Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sekolah Tatap Muka, Sah! Papua Barat Lakukan Penundaan

Seperti sejumlah provinsi lainnya, Papua Barat memilih penundaan sekolah tatap muka yang semula dicanangkan Kemendikbud bisa mulai dilakukan pada semester baru Januari 2021.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 04 Januari 2021  |  12:59 WIB
Ilustrasi - Ketentuan pembelajaran tatap muka di wilayah zona hijau selama pandemi Covid-19 - buku saku kemendikbud
Ilustrasi - Ketentuan pembelajaran tatap muka di wilayah zona hijau selama pandemi Covid-19 - buku saku kemendikbud

Bisnis.com, MANOKWARI - Kondisi pandemi Covid-19 menjadi alasan Pemerintah Provinsi Papua Barat menunda pelaksanaan belajar mengajar secara tatap muka.

Sebelumnya proses belajar mengajar secara tatap muka ditetapkan untuk dimulai pada Januari 2021.

Kepala Dinas Pendidikan Papua Barat Barnabas Dowansiba di Manokwari, Senin (4/1/2021), menjelaskan alasan penundaan sekolah secara tatap muka.

"Penundaan ini untuk mencegah agar tidak ada penularan, mengingat sesuai data Satgas, kasus baru Covid-19 masih terus ditemukan di Papua Barat," ucap Barnabas Dowansiba seperti dikutip Antara.

Terkait hal ini, kata Barnabas, pihaknya sudah mengeluarkan surat edaran. Edaran tersebut berlaku untuk seluruh satuan pendidikan dari pendidikan anak usia dini (PAUD), SD hingga SMA dan SMK.

"Bisa melaksanakan KBM tatap muka jika memperoleh izin dari pemerintah setempat," katanya.

Sambil menunggu perkembangan serta kebijakan selanjutnya, sekolah diminta melanjutkan pembelajaran jarak jauh dengan menerapkan sistem daring maupun luring dengan memberikan modul pendidikan.

Juru bicara Satgas Covid-19 Papua Barat dr Arnold Tiniap dalam wawancara terpisah menilai bahwa penundaan KBM tatap muka yang ditempuh dinas pendidikan merupakan langkah tepat.

Ia menjelaskan angka penularan v di Papua Barat masih cukup tinggi. Sesuai data pemeriksaan sampel usap yang dilakukan di wilayah provinsi itu, temuan kasus positif masih di atas 50 persen.

"Misalnya ada 20 sampel yang kita periksa, temuan kasus positif dari sampel itu lebih dari 10. Ini yang harus menjadi perhatian kita," ucap Arnold.

Secara akumulatif kasus konfirmasi positif Covid-19 di Papua Barat saat ini tercatat 6.027 orang. Dari jumlah itu, 5.534 orang berhasil sembuh, 101 meninggal dunia dan 392 orang masih dirawat.

"Sebaiknya kita tunggu perkembangan pendemi di Papua Barat berlalu dan tuntas hingga beberapa bulan ke depan. Dari situ baru nanti kita bisa mengambil langkah, apakah anak-anak bisa masuk sekolah atau tetap belajar jarak jauh," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sekolah Papua Barat Covid-19

Sumber : Antara

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top