Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Biden Tuding Trump Rusak Lembaga Keamanan dan Hubungan Luar Negeri

Menurut Biden proses kebijakan luar negeri “tidak berkembang atau telah dikesampingkan” dan aliansi AS telah mengalami “kerusakan”.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 29 Desember 2020  |  06:07 WIB
Presiden Amerika Serikat terpilih Joe Biden - Antara/Reuters
Presiden Amerika Serikat terpilih Joe Biden - Antara/Reuters

Bisnis.com, JAKART - Presiden terpilih Joe Biden mengkritik kepemimpinan Presiden Donald Trump atas kebijakan luar negeri dan keamanan nasional.

Biden mengatakan banyak lembaga penting terkait keamanan telah mengalami kerusakan yang sangat parah.

“Banyak dari lembaga yang rusak, dalam hal personel, kapasitas, dan moral,” kata Biden.

Menurut Biden proses kebijakan luar negeri “tidak berkembang atau telah dikesampingkan” dan aliansi AS telah mengalami “kerusakan”.

Biden mengecam Trump karena sempat menolak untuk menandatangani RUU bantuan pada mereka yang terdampak Covid-19 meski tinggal tiga pekan lagi berkuasa.

Dia juga menyalahkan Trump karena 'meremehkan' serangan siber pada pemerintah AS

"Semua itu membuat lebih sulit untuk melindungi rakyat Amerika Serikat," kata Biden dalam sambutannya di Wilmington, Delaware seperti dikutip Aljazeera.com, Selasa (29/12/2020).

Biden dan Wakil Presiden terpilih Kamala Harris kemarin mendapat pengarahan dari anggota tim transisi mereka.

Tim transisi telah bertemu dengan pejabat administrasi Trump di Pentagon, Departemen Luar Negeri dan Departemen Keamanan Dalam Negeri, di antara lembaga lainnya.

Biden mengatakan untuk beberapa agensi pihaknya menerima kerja sama yang patut dicontoh dari staf karier tersebut. Sedangkan dari Departemen Pertahanan pihaknya menemui kendala.

“Saat ini, kami tidak mendapatkan semua informasi yang kami butuhkan terkait bidang keamanan nasional,” katanya.

Biden juga menentang filosofi America First yang diusung Trump selama kampanye dan masa transisinya.

Menurut Biden AS membutuhkan aliansi global untuk menangani masalah-masalah termasuk pandemi virus Corona, perubahan iklim, serta berurusan dengan Rusia dan China.

Terkait penanganan dampak Covid-19, sebelumnya Presiden Donald Trump menolak menandatangani RUU bantuan dan anggaran belanja untuk Covid-19.

Setelah mendapat desakan publik, akhirnya Trump menandatangani paket bantuan senilai US$900 miliar. Hal itu sekaligus mengakhiri drama berhari-hari atas penolakannya untuk menerima kesepakatan yang telah dicapai Kongres tersebut.

Program bantuan itu berupa pemberian uang tunai untuk membantu warga yang terkena dampak pandemi Covid-19 dan untuk kegiatan bisnis selain untuk mencegah penutupan pemerintah federal.

Tanpa undang-undang tersebut pemerintah akan ditutup pada Selasa atau hari ini waktu Indonesia sehingga jutaan orang Amerika Serikat akan kehilangan perlindungan ekonomi dan tunjangan pengangguran.

Penundaan penandatanganan RUU tersebut juga telah menyebabkan program bantuan pengangguran terhenti.

Saat berlibur di Florida, Trump merilis pernyataan yang mengatakan bahwa dia telah menandatangani RUU tersebut.

Dia mengatakan bahwa langkah itu adalah "tanggung jawabnya untuk melindungi rakyat dan negara dari kehancuran dan kesulitan ekonomi" yang disebabkan oleh virus Corona.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Donald Trump Joe Biden

Sumber : Aljazeera.com

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top