Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

'Kambing Hitam' dan Islamophobia, Ini Isi Surat Edaran FPI

FPI mengimbau kepada anggotanya untuk mewaspadai ajakan melakukan tindak kekerasan dan terorisme.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 21 Desember 2020  |  09:34 WIB
Tokoh Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab tiba di Polda Metro Jaya pada Sabtu (12/12/2020) - ANTARA - Fianda Sjofjan Rassat
Tokoh Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab tiba di Polda Metro Jaya pada Sabtu (12/12/2020) - ANTARA - Fianda Sjofjan Rassat

Bisnis.com, JAKARTA - Dewan Pimpinan Pusat Front Pembela Islam (DPP FPI) menerbitkan surat edaran sebagai tanggapan atas gejala islamophobia hingga pengambinghitaman FPI yang terjadi belakangan ini.

Dalam surat tertanggal 21 Desember 2020 itu, FPI mengimbau kepada anggotanya untuk mewaspadai ajakan melakukan tindak kekerasan dan terorisme.

Selain itu, DPP FPI juga mengimbau para simpatisannya untuk mewaspadai gerakan pemfitnahan dan tuduhan terorisme kepada laskar.

FPI juga mengajak semua anggotanya untuk mengikhlaskan niat dalam berjuang sekaligus memperbanyak doa serta zikir.

Adapun, dalam beberapa pekan terakhir, ormas Islam yang bermarkas di Petamburan, Jakarta Barat ini terus mendapat sorotan publik dan pemerintah.

Pertama, kedatangan sang Imam Besar Rizieq Shihab yang menimbulkan kerumunan pada 10 November 2020.

Setelah kedatangan itu, Rizieq dan FPI menggelar pertemuan besar yang mengakibatkan kerumunan massa, sehingga Rizieq menjadi tersangka untuk kasus kerumunan di Petamburan.

Kemudian, masih dalam kasus kerumunan, Rizieq juga dijawalkan diperika Polda Jawa Barat dalam kasus kerumunan di Megamendung Kabupaten Bogor.

Heboh kerumunan massa berpotensi penularan Covid-19 ini juga diikuti dengan insiden penembakan 6 anggota laskar FPI oleh kepolisian di KM 50 Tol Cikampek.

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

fpi habib rizieq
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top