Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bareskrim Polri Tetapkan Cagub Sumbar Jadi Tersangka, Ini Kasusnya

Calon Gubernur Sumatra Barat Mulyadi rencananya akan dipanggil untuk pemeriksaan di Bareskrim Polri pada Senin, 7 Desember 2020.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 05 Desember 2020  |  15:24 WIB
PDIP mengusung pasangan calon  Ir. Mulyadi dan Drs. H. Ali Mukhni untuk Pilkada Provinsi Sumatra Barat 2020. JIBI - Bisnis/Nancy Junita
PDIP mengusung pasangan calon Ir. Mulyadi dan Drs. H. Ali Mukhni untuk Pilkada Provinsi Sumatra Barat 2020. JIBI - Bisnis/Nancy Junita

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri menetapkan Calon Gubernur Sumatera Barat Mulyadi sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana pemilihan umum.

"Iya betul setelah dilakukan gelar perkara kemarin, Cagub Sumbar atas nama M, ditetapkan menjadi tersangka," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigadir Jenderal Awi Setiyono, saat dikonfirmasi, Sabtu (5/12/2020).

Awi mengatakan Mulyadi rencananya akan dipanggil untuk pemeriksaan di Bareskrim pada Senin, 7 Desember 2020 mendatang.

Mulyadi bersama wakilnya, Ali Mukhni, sebelumnya telah dilaporkan oleh Yogi Ramon Setiawan. Awalnya, dugaan pelanggaran tersebut dilaporkan ke Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) yang ada di Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dengan nomor laporan: 14/LP/ PG/RI/00.00/XI/2020.

Namun, lantaran ditemukan ada unsur tindak pidana, ia dan kliennya diarahkan oleh Bawaslu untuk ke Bareskrim Polri.

"Agar perkara dugaan tindak pidana pemilu tersebut ditindaklanjuti oleh tim penyidik Gakkumdu dari unsur Polri," ujar Maulana, pengacara pelapor, di Gedung Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan, pada Senin, 23 November 2020

Mulyadi - Ali Muchsin diduga melakukan kampanye Pilkada 2020 melalui media televisi lebih awal. Padahal, berdasarkan aturan Komisi Pemilihan Umum (KPU), kampanye baru diperbolehkan mulai pada 22 November-2 Desember 2020.

"Jadi ada dugaan pelanggaran yaitu melakukan kampanye di luar jadwal melalui media televisi. Pertama itu ada tampilan slogan yang digunakan mereka dan kedua di dalam materi itu juga ada penyampaian program visi dan misi mereka," kata Maulana.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumatra barat bareskrim Pilkada Serentak Pilkada 2020

Sumber : Tempo.Co

Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top