Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Hashim Djojohadikusumo Sebut Susi Pudjiastuti Keliru Larang Ekspor Benih Lobster, Mengapa?

Hashim Djojohadikusumo merupakan Komisaris PT Bima Sakti Mutiara, perusahaan yang ikut mendapat izin budidaya lobster.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 05 Desember 2020  |  00:22 WIB
Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo (kanan) menyampaikan hak jawab atas pemberitaan Majalah Tempo di Jakarta, Jumat (4/12/2020). Hashim dan putrinya, Saraswati Djojohadikusumo membantah terlibat di kasus dugaan suap dalam perizinan ekspor benih lobster yang melibatkan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo. - ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo (kanan) menyampaikan hak jawab atas pemberitaan Majalah Tempo di Jakarta, Jumat (4/12/2020). Hashim dan putrinya, Saraswati Djojohadikusumo membantah terlibat di kasus dugaan suap dalam perizinan ekspor benih lobster yang melibatkan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo. - ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

Bisnis.com, JAKARTA – Komisaris PT Bima Sakti Mutiara Hashim Djojohadikusumo menilai kebijakan Susi Pudjiastuti saat menjabat Menteri Kelautan dan Perikanan untuk melarang ekspor benih lobster adalah hal yang keliru.

Adik Prabowo Subianto ini menyatakan dirinya sangat mendukung budidaya dan ekspor lobster. Apalagi, Indonesia adalah negara dengan potensi produk kelautan yang sangat besar.

"Sangat setuju [budidaya dan ekspor lobster]. Kami mau Indonesia jadi superpower, adikuasa kelautan. Masak kita serahkan kepada Vietnam, saya enggak rela, saya enggak setuju," tegas Hashim dalam konferensi pers, Jumat (4/12/2020).

Menurut Hashim, pelarangan yang ditetapkan Susi justru banyak merugikan nelayan. Dia menyebut pelarangan budidaya dan ekspor membuat banyak nelayan ditangkap dan usaha budidaya nelayan miskin pun ditutup di banyak daerah, seperti di Jawa Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Hashim juga mengaku mendapat masukan dari para pakar. Oleh karena itu, ketika Edhy Prabowo diangkat menggantikan Susi pada periode kedua Presiden Joko Widodo, dia mengusulkan agar keran budidaya dan ekspor lobster dibuka kembali.

"Kami ajukan dan waktu itu saya ketemu Pak Edhy tahun lalu, saya bilang, 'Ed berapa kali saya wanti-wanti saya usulkan diberikan izin sebanyak-banyaknya'," ujar Hashim.

Dia pun meminta agar tidak ada monopoli dalam ekspor ini, dan kalau perlu izin budidaya serta ekspor diberikan kepada 100 perusahaan termasuk kelompok tani dan koperasi.

Adapun ekspor benur dibuka setelah terbit Peraturan Menteri (Permen) KP Nomor 12 Tahun 2020. Sebelumnya, ekspor komoditas tersebut dilarang oleh Susi melalui Permen KP Nomor 71 Tahun 2016.

Hashim mengungkapkan Bima Sakti Mutiara sudah mendapat surat penetapan budidaya lobster pada Juni 2020, sebulan setelah Permen KP 12/2020 dirilis. Namun, perusahaan itu masih belum mendapat izin ekspor.

Bima Sakti Mutiara diklaim sudah beroperasi sejak lama di industri kelautan, jauh sebelum kisruh ekspor benih lobster ramai, dengan fokus awal di bisnis mutiara. Saat ini, perusahaan tersebut dipimpin oleh Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, putri Hashim, yang juga sedang mencalonkan diri menjadi Wakil Wali Kota Tangerang Selatan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekspor Hashim Djojohadikusumo Lobster

Sumber : Tempo

Editor : Annisa Margrit
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top