Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Akun Youtube FPI Lenyap, Fadli Zon: Ada 'Invisible Hand'

Politikus Partai Gerindra Fadli Zon menyoroti soal hilangnya akun Front TV milik FPI dari Youtube.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 04 Desember 2020  |  14:35 WIB
Fadli Zon - Antara
Fadli Zon - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Politikus Partai Gerindra Fadli Zon menanggapi soal hilangnya akun channel milik ormas Front Pembela Islam (FPI), Front TV dari Youtube.

Fadli Zon menduga ada dalang dibalik kejadian itu dan meminta pihak platform ikut bertanggung jawab atas hilangnya akun FPI.

“Seperti biasa ada “tangan tak terlihat” invisible hand yg selalu melakukan hal2 spt ini. Melakukan berbagai sensor, sabotase akun, dst. Platform media sosialnya harus ikut tanggung jawab,” cuitnya melalui akun Twitter @fadlizon, Jumat (4/12/2020).

Seperti diketahui, Front TV terakhir menyiarkan acara virtual 'Dialog Nasional 100 Ulama dan Tokoh Bersama Imam Besar Al Habib Muhammad Rizieq Shihab' dalam peringatan reuni 212 pada Rabu (2/12/2020).

Dikutip dari unggahan akun Youtube Hendrik Bopenk, Kamis (3/12/2020), disebutkan bahwa Front TV menghilang /sejak Rabu (2/12/2020) malam.

Sebelumnya, akun Twitter FPI ditangguhkan atau kena suspend pada 20 November 2020. Juru Bicara FPI Munarman mengaku tidak tahu alasan dibalik kejadian itu.

“Harus ditanyakan ke pihak twitter itu kenapa,” kata Munarman kepada Bisnis saat itu.

Namun, hingga berita ini diturunkan, Bisnis mencoba mengkonfirmasi kembali ihwal menghilangnya channel YouTube FPI kepada Juru Bicara FPI Munarman, tetapi belum ada respons.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

youtube fpi habib rizieq Fadli Zon
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top