Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Viral! Video Azan Serukan Jihad, Ini Pesan Wamenag untuk Pimpinan Ormas

Wamenag menilai motif mengumandangkan azan dengan melantunkan lafal jihad bisa berpotensi menimbulkan kesalahan persepsi di masyarakat.
Fitri Sartina Dewi
Fitri Sartina Dewi - Bisnis.com 01 Desember 2020  |  07:39 WIB
Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi - Kemenag
Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi - Kemenag

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Agama menyampaikan tanggapan terkait viralnya video sekelompok orang yang mengumandangkan azan yang berbeda dengan panggilan salat pada umumnya. Pasalnya, azan tersebut dilantunkan menggunakan lafal jihad.

Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Saadi mengaku belum memahami konteks dari pembuatan video tersebut, apakah sebatas membuat konten media sosial atau ada pesan khusus yang ingin disampaikan.

Menurutnya, jika azan itu dimaksudkan untuk menyampaikan pesan perang, maka seruan jihad dalam pengertian perang sangat tidak relevan disampaikan dalam situasi damai seperti di Indonesia saat ini.

“Jika seruan itu dimaksudkan memberi pesan berperang, jelas tidak relevan. Jihad dalam negara damai seperti Indonesia ini tidak bisa diartikan sebagai perang,” kata Wamenag seperti dikutip dari pernyataan yang dirilis pada situs resmi Kemenag, Senin (30/11/2020).

Sehubungan itu, Wamenag mengajak pimpinan ormas Islam dan para ulama untuk bisa memberikan pencerahan kepada masyarakat agar tidak terjebak pada penafsiran tekstual tanpa memahami konteks dari ayat al-Qur'an atau  hadits. Pemahaman agama yang hanya mendasarkan pada tekstual dapat melahirkan pemahaman agama yang sempit dan ekstrem.

Wamenag menilai, apapun motifnya, video tersebut bisa berpotensi menimbulkan kesalahan persepsi di masyarakat.

“Di sinilah pentingnya pimpinan ormas Islam, ulama, dan kyai memberikan pencerahan agar masyarakat memilik pemahamaan keagamaan yang komprehensif,” tutur Wamenag.

Dalam menyikapi masalah tersebut hendaknya semua  pihak dapat menahan diri dan melakukan pendekatan secara persuasif dan dialogis. Menghindarkan diri dari tindakan kekerasan dan melawan hukum.

Sebelumnya, beredar di media sosial sekelompok orang di berbeda tempat mengumandangkan azan dengan melantunkan lafal jihad.

Kalimat hayya ‘alas-shalah, diubah menjadi hayya ‘alal-jihad. Dalam video yang viral nampak juga sejumlah orang membawa senjata tajam saat azan dikumandangkan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ormas kemenag
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top