Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Akhirnya, Transisi Pemerintahan AS dari Trump kepada Biden Bisa Dimulai

Pengakuan itu lebih dari dua minggu setelah Biden dinyatakan sebagai pemenang dalam pemilihan presiden 3 November lalu.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 24 November 2020  |  09:18 WIB
Capres AS Joe Biden merayaan kemenangannya dalam Pilpres AS di Wilmington, Delaware, AS, Sabtu (7/11/2020). - Antara/Reuters\r\n
Capres AS Joe Biden merayaan kemenangannya dalam Pilpres AS di Wilmington, Delaware, AS, Sabtu (7/11/2020). - Antara/Reuters\\r\\n

Bisnis.com, JAKARTA - Kepala Badan Administrasi Layanan Umum AS, Emily Murphy mengatakan bahwa Presiden terpilih Joe Biden sudah bisa memulai proses transisi resmi dari pemerintahan Presiden Donald Trump.

Pernyataan itu disampaikan dalam bentuk surat sebagai langkah pertama yang diambil pemerintah untuk mengakui kekalahan Presiden Donald Trump.

Pengakuan itu lebih dari dua minggu setelah Biden dinyatakan sebagai pemenang dalam pemilihan presiden 3 November lalu.

Murphy mengatakan, dia tidak ditekan oleh pihak Gedung Putih untuk menunda transisi formal dan tidak membuat keputusan "karena takut atau pilih kasih."

"Ketahuilah bahwa saya mengambil keputusan secara independen, berdasarkan hukum dan fakta yang ada," tulis Murphy.

Dia juga mengatakan tidak pernah secara langsung atau tidak langsung ditekan oleh pejabat cabang eksekutif, termasuk mereka yang bekerja di Gedung Putih atau GSA.

“Untuk lebih jelasnya, saya tidak menerima arahan untuk menunda tekad saya,” katanya seperti dikutip CNN.com, Selasa (24/11/2020).

Surat itu juga menandai sikap resmi Murphy atas kemenangan Biden sehingga memungkinkan transisi dimulai secara resmi dan mengizinkan pejabat badan administrasi saat ini untuk berkoordinasi dengan tim Biden.

Pemerintah juga akan menyediakan dana  untuk transisi tersebut.

Tim Biden tidak menunggu proses transisi formal untuk memulai persiapan dan telah mulai  mengumumkan  sejumlah menteri kabinetnya.

Sebelumnya, Presiden terpilih AS Joe Biden menunjuk anggota kunci tim kebijakan luar negerinya dan menjadikan asisten tepercaya Antony Blinken sebagai menteri luar negeri untuk membangun kembali hubungan Washington di Eropa dan seluruh dunia.

Biden, yang telah berjanji untuk membatalkan kebijakan "America First" Presiden Republik Donald Trump, juga menunjuk Jake Sullivan sebagai penasihat keamanan nasional dan Linda Thomas-Greenfield sebagai Duta Besar AS untuk PBB. Keduanya memiliki banyak pengalaman di pemerintahan.

Thomas-Greenfield sebelumnya memegang jabatan diplomatik senior di bawah Presiden Barack Obama, sementara Sullivan adalah wakil asisten Obama dan penasihat kebijakan senior untuk kampanye kandidat presiden Hillary Clinton.

Biden juga memilih pengacara Alejandro Mayorkas untuk mengepalai Departemen Keamanan Dalam Negeri dan mempercayakan imigran Kuba tersebut untuk membantu membalikkan kebijakan imigrasi garis keras Trump.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Donald Trump Joe Biden
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top