Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kasus Covid-19 Melonjak, Satgas Tegur Pemprov DKI Jakarta

Satgas mengingatkan pemda dari lima provinsi, termasuk Pemprov DKI Jakarta untuk mengambil langkah-langkah konkret dalam mengatasi peningkatan kasus positif Covid-19.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 24 November 2020  |  17:17 WIB
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito dalam konferensi pers update Covid-19 di Jakarta, Selasa (21/7 - 2020) / Youtube Setpres
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito dalam konferensi pers update Covid-19 di Jakarta, Selasa (21/7 - 2020) / Youtube Setpres

Bisnis.com, JAKARTA - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mencatat kasus positif Covid-19 mengalami kenaikan sebesar 3,9 persen pada pekan ini jika dibandingkan dengan pekan sebelumnya.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyampaikan bahwa kenaikan kasus positif nasional disumbang oleh lima provinsi dengan kenaikan tertinggi kasus positif.

“DKI Jakarta naik 1.937 dari 6.600 menjadi 8.537, Riau naik 1.166 dari 867 menjadi 2.033, ketiga Jawa Timur naik 736 dari 1.656 menjadi 2.392,” kata Wiku dalam konferensi pers, dikutip dari dari YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (24/11/2020).

Kemudian, Yogyakarta naik 338 kasus positif dalam sepekan ini yakni dari yang semula 281 menjadi 619, sedangkan kasus positif di Sulawesi Tengah naik 245 dari yang semula 111 menjadi 356.

Wiku pun mengingatkan pemerintah daerah dari lima provinsi tersebut untuk mengambil langkah-langkah konkret dalam mengatasi peningkatan kasus positif Covid-19.

Khusus DKI Jakarta, Jubir Satgas mewanti-wanti kinerja penanganan Covid-19 yang belum optimal sehingga dalam tiga pekan terakhir selalu menjadi provinsi dengan penambahan tertinggi kasus positif mingguan.

“Saya mohon kepada Gubernur DKI [Anies Baswedan] dengan aparat penegak hukum untuk melakukan penindakan bagi pelanggar protokol kesehatan sesuai peraturan yang berlaku,” ujar Wiku.

Sementara itu, diberitakan sebelumnya bahwa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan peningkatan kembali kasus konfirmasi positif Covid-19 di Ibu Kota dalam sepekan terakhir merupakan imbas dari libur panjang yang diizinkan oleh pemerintah pusat.

Malahan, Anies mengklaim, penerapan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid kedua pada pertengahan September 2020 lalu sempat berhasil menurunkan tren peningkatan kasus konfirmasi positif Covid-19 secara signifikan di DKI Jakarta.

“Jadi kenapa kita melakukan emergency break karena situasinya mengkhawatirkan. Sekarang kalau kalian lihat datanya alhamdulillah, we did itdrop kemudian turun kebawah. Tetapi ketika kita sudah mulai turun nih tau-tau ada long weekend yang tetap kita laksanakan,” kata Anies dalam Webinar JIC pada Selasa (24/11/2020).

Konsekuensinya, kurva Covid-19 di DKI Jakarta kembali mengalami kenaikan drastis. Dengan demikian, dia menyimpulkan, ada korelasi antara pengetatan kolektif dengan laju pertumbuhan angka kasus aktif di DKI Jakarta.

“Jadi betapa terlihat ada korelasi antara pengetatan kolektif, bukan insiden, dengan pertumbuhan laju angka kasus aktif di Jakarta artinya kita betul harus antisipasi,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dki jakarta anies baswedan Virus Corona Covid-19
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top