Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kasus Covid-19 RI Tembus 500 Ribu, Ini 5 Provinsi Penyumbang Tertinggi

Total kasus positif menembus angka lebih dari 500.000 ini terjadi menjelang 9 bulan sejak kasus Covid-19 pertama kali terjadi di Indonesia yaitu pada 2 Maret 2020.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 24 November 2020  |  12:17 WIB
Petugas medis bersiap memakai alat pelindung diri untuk memeriksa pasien suspect virus Corona di ruang isolasi instalasi paru Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dumai di Dumai, Riau, Jumat, 6 Maret 2020. - Antara
Petugas medis bersiap memakai alat pelindung diri untuk memeriksa pasien suspect virus Corona di ruang isolasi instalasi paru Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dumai di Dumai, Riau, Jumat, 6 Maret 2020. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Total kasus positif virus Corona (Covid-19) di Tanah Air telah menembus angka 502.110 kasus setelah adanya penambahan 4.442 kasus pada Senin (23/11/2020).

Total kasus positif menembus angka lebih dari 500.000 ini terjadi menjelang 9 bulan sejak kasus Covid-19 pertama kali terjadi di Indonesia yaitu pada 2 Maret 2020.

Adapun, DKI Jakarta menjadi provinsi dengan penyumbang kasus tertinggi Covid-19 di Indonesia. Hingga 23 November 2020, Ibu Kota menyumbang 128.173 kasus Covid-19. Dalam sepekan terakhir, DKI Jakarta stabil mencatatkan kasus baru Covid-19 di atas 1.000 kasus. 

Untuk kasus sembuh, DKI Jakarta mencatat total 116.909 kasus, sedangkan total kasus meninggal mencapai 2.542 kasus.

Di bawah DKI Jakarta, ada provinsi Jawa Timur yang memiliki total kasus positif mencapai hampir 60.000 kasus atau tepatnya 59.044 kasus, sedangkan untuk kasus sembuh mencapai 52.389 kasus dan kasus meninggal 4.184. Total kasus meninggal di Jatim ini melampaui kasus meninggal di DKI Jakarta.

Kemudian, di posisi ketiga ada Jawa Barat dengan total kasus positif mencapai 48.666 orang hingga 23 November 2020. Selain itu, provinsi tersebut juga melaporkan total kasus sembuh mencapai 40.024 orang dan 868 orang meninggal.

Selanjutnya, provinsi Jawa Tengah menempati posisi keempat dengan total kasus mencapai 48.385 orang. Adapun, kasus sembuh di Jateng mencapai 35.751 dan kasus meninggal mencapai 2.140 orang.

Sementara itu, di posisi kelima ditempati oleh Provinsi Sulawesi Selatan dengan total kasus mencapai hampir 20.000 atau tepatnya 19.996 kasus. Untuk kasus sembuh, provinsi tersebut melaporkan total mencapai 18.040 dan yang meninggal mencapai 488 orang.

Sementara itu, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Reisa Brotoasmoro menyatakan bahwa angka rasio pemulihan (recovery rate) kasus positif Covid-19 di Indonesia meningkat dari minggu lalu di angka 83,92 persen menjadi lebih dari 84 persen pada minggu ini.

Selain itu, telah lebih dari 3,5 juta penduduk Indonesia yang diuji PCR (swab) dengan hasilnya, rasio positif Covid-19 hanya mencapai 14 persen, atau lebih banyak negatif Covid-19 daripada yang positif.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga telah mencanangkan memperkuat pelacakan kontak (tracing) dengan target rasio 1:30, yang artinya dari satu pasien positif, maka 30 kontak terdekat pasien akan dilacak.

“Upaya lain yang tengah dilakukan pemerintah untuk menekan penularan Covid-19 adalah mewujudkan program vaksin untuk rakyat. Untuk ini, pemerintah tengah mempersiapkan vaksin dan tata laksana imunisasinya nanti. Kemenkes juga telah melatih lebih dari 8.600 vaksinator dari 23.000 vaksinator yang rencananya akan disiapkan untuk mendukung kampanye imunisasi nanti," kata Reisa dalam dialog yang diselenggarakan KPCPEN, Senin (23/11/2020).

Sementara itu, lonjakan kasus positif Covid-19 hingga menembus angka 500.000 ini terjadi lebih cepat dari prediksi awal Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Erick Thohir.

Sebelumnya, Erick menyatakan kasus konfirmasi positif Covid-19 di Indonesia diperkirakan bisa mencapai 500.000 pada akhir tahun ini untuk skenario terburuk dengan asumsi terjadi infeksi sebanyak 3.000 per hari.

“Kalau kita asumsi jelek saja 3.000 per hari, di akhir Desember ini bisa 500.000. Ini sebuah kenyataan yang harus kita hadapi,” kata Erick dalam orasi ilmiah Dies Natalis Universitas Padjadjaran, Jumat (11/9/2020).

Meskipun demikian, dia menyatakan kasus positif Covid-19 di Indonesia ini masih lebih baik jika dibandingkan negara-negara lainnya. Namun, dia mengingatkan apabila masyarakat tidak disiplin menjalankan protokol kesehatan, maka kasus Covid-19 akan terus meningkat hingga tahun depan.

“Kalau kita tidak disiplin dari masyarakat, kita akan melihat angka-angka yang sangat tinggi juga di awal tahun depan,” imbuh Erick.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona Covid-19
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top