Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Disiplin Prokes, KPU Gunung Kidul Distribusikan Logistik APD ke TPS

Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mendistribusikan logistik alat pelindung diri di sejumlah tempat pemungutan suara pada Pemilihan Kepala Daerah 2020.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 24 November 2020  |  09:00 WIB
Pilkada Kabupaten Gunung Kidul. Komisioner Divisi Teknis Penyelenggara Pemilu KPU Gunung Kidul Andang Nugroho mengatakan seluruh TPS akan dibangun di area terbuka.   - ANTARA
Pilkada Kabupaten Gunung Kidul. Komisioner Divisi Teknis Penyelenggara Pemilu KPU Gunung Kidul Andang Nugroho mengatakan seluruh TPS akan dibangun di area terbuka. - ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mendistribusikan logistik alat pelindung diri di sejumlah tempat pemungutan suara pada Pemilihan Kepala Daerah 2020.

Ketua KPU Gunung Kidul Ahmadi Ruslan Hani di Gunung Kidul, Selasa (24/11/2020), mengatakan logistik alat pelindung diri (APD) sudah tiba di Kantor KPU Gunung Kidul beberapa waktu lalu.

"Setelah tiba di KPU, sebagian langsung kami distribusikan ke sejumlah tempat pemungutan suara (TPS). APD ini akan digunakan oleh petugas dan pemilih pada saat pencoblosan nanti," kata Ahmadi Ruslan Hani.

Setidaknya ada 600 ribu APD yang diterima oleh KPU Gunung Kidul. APD tersebut berupa masker, pelindung wajah, sarung tangan, tempat cuci tangan, tempat pembuangan limbah medis, cairan disinfektan, hingga alat penyemprotnya.

Pengadaan APD ini sesuai dengan situasi pelaksanaan pilkada yang berbeda kali ini. APD ini sangat dibutuhkan karena kondisi pandemi Covid-19, protokol kesehatan wajib dijalankan salah satunya dengan pengadaan APD tersebut.

"Sejumlah APD tersebut juga kami gunakan untuk simulasi hari ini [kemarin], untuk memastikan prosesnya sesuai pedoman," katanya.

Komisioner Divisi Teknis Penyelenggara Pemilu KPU Gunung Kidul Andang Nugroho mengatakan seluruh TPS akan dibangun di area terbuka. Hal itu dilakukan untuk meminimalkan potensi penularan Covid-19. Jumlah pemilih tiap TPS pun dibatasi agar tidak terjadi kerumunan, yaitu maksimal 500 orang. Pembatasan dilakukan dengan menerapkan jam kedatangan sesuai yang tertera di undangan.

"Saat mencoblos nanti, pemilih juga diberikan sarung tangan plastik dan wajib masker. Sementara petugas dibekali pelindung wajah, masker, dan sarung tangan karet," kata Andang. Ini adalah bagian dari disiplin penerapan protokol kesehatan sebagai adaptasi kebiasaan baru untuk mencegah Covid-19


#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarak #hindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Adaptasi Kebiasaan Baru Kampanye 3M

Sumber : Antara

Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top