Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Epidemiolog: Tak Ada Klaster Kerumunan di DKI, Tapi Klaster Liburan

Dalam manajemen penanganan pandemi yang dibuat langsung Fakultas Kesehatan Masyarakat UI, belum ditemukan adanya klaster kerumunan di DKI Jakarta.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 24 November 2020  |  09:04 WIB
Dosen Statistik Epidemiologi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Pandu Riono. JIBI - Bisnis/Nancy Junita
Dosen Statistik Epidemiologi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Pandu Riono. JIBI - Bisnis/Nancy Junita

Bisnis.com, JAKARTA - Epidemiolog Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono menegaskan bahwa belum ada temuan klaster baru Covid-19 akibat kerumunan di DKI Jakarta. Hal ini membantah adanya klaster kerumunan di Ibu Kota.

Pandu menjelaskan, Indikator Pantau Pandemi dipakai Pemprov DKI Jakarta dalam manajemen penanganan pandemi yang dibuat langsung Fakultas Kesehatan Masyarakat UI. Dari indikator tersebut, belum ditemukan adanya klaster kerumunan.

"Indikator Pantau Pandemi dipakai @DKIJakarta dalam manajemen penanganan pandemi yg dibuat bersama @fkmui. Ada tren & skoring capaian target yg terukur. Belum ada temuan klaster akibat kerumunan. Yg ada klaster-keluarga2 berlibur. @dinkesJKT bekerja, tanpa diskriminasi penduduk," kata Pandu melalui Twitter Selasa (24/11/2020).

Dari data yang disebarkannya, indikator pandemi di DKI Jakarta per 21 November 2020 tren jumlah suspek fluktuatif cenderung meningkat. Selain itu, tren nilai positivity rate fluktuatif cenderung tetap dengan rerata 5 persen - 10 persen. Tren jumlah kematian juga cenderung turun.

Di sisi lain, tes jumlah PCR berdasarkan data itu cenderung meningkat. Rerata tes PCR per 1 juta penduduk perminggu capai 1.000 tes PCR atau lebih.

Sementara itu, tingkat perilaku pemakaian masker di tempat umum mencapai 50 - 74 persen, begitupun tingkat perilaku menjaga jarak minimal 1 meter. Adapun, tingkat perilaku mencuci tangan minimal 20 detik hingga 25 - 49 persen.

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sempat melaporkan adanya kasus positif pada titik kerumunan massa pada pekan lalu.

Ketiganya di kawasan Tebet Jakarta Selatan, Megamendung Jawa Barat, dan Petamburan Jakarta Pusat. Dari tiga lokasi itu, 77 orang dinyatakan positif Covid-19.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dki jakarta Virus Corona Covid-19
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top