Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Uji Klinis Rampung, BPOM Sebut Aspek Keamanan Vaksin Sinovac Baik

Sertifikasi EUA dari BPOM menjadi bukti bahwa vaksin Covid-19 yang akan diberikan kepada masyarakat merupakan yang memiliki khasiat, terjamin keamanan dan efektivitasnya.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 23 November 2020  |  14:15 WIB
Botol vaksin CoronaVac SARS-CoV-2 Sinovac ditampilkan di acara media di Beijing, China, pada 24 September.  - Bloomberg\r\n
Botol vaksin CoronaVac SARS-CoV-2 Sinovac ditampilkan di acara media di Beijing, China, pada 24 September. - Bloomberg\\r\\n

Bisnis.com, JAKARTA - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K. Lukito menyampaikan bahwa hasil uji klinis vaksin Covid-19 merek Sinovac terpantau baik dan siap mendapatkan label EUA (Emergency Used Autorization).

“Alhamdulillah aspek keamanan dalam uji klinis, pantauannya baik. Aspek mutu dari vaksin Sinovac juga baik. Sekarang kita sedang menunggu proses analisis, sehingga aspek keamanan efikasi bisa kita dapatkan dan kita bisa berikan EUA sehingga vaksinasi bisa dilakukan,” kata Penny dalam konferensi pers, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Senin (22/11/2020).

Lebih lanjut, dia menyatakan bahwa sertifikasi EUA menjadi bukti bahwa vaksin yang akan diberikan kepada masyarakat merupakan yang memiliki khasiat, terjamin keamanan dan efektivitasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, BPOM memperkirakan EUA vaksin Covid-19 yang dari Sinovac baru akan keluar setidaknya pada akhir Januari 2021.

Penny menjelaskan, untuk mendapatkan EUA sudah ada kesepakatan yang diberikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yakni untuk mendapatkan EUA sedikitnya BPOM harus mendapatkan data laporan lengkap hasil uji klinik 1 dan 2, dan interim analisis dari uji klinik fase 3, tiga bulan dari penyuntikkan terakhir.

“Jadi dalam hal ini persyaratan EUA tidak dikarang oleh BPOM, tapi berdasarkan pedoman dari WHO, dan bergerak di situasi pandemi yang membuat kita belajar terus menerus,” katanya beberapa waktu lalu.

Di sisi lain, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai penyiapan mulai dari sumber daya manusia, fasilitas atau sarana/prasarana hingga melakukan simulasi untuk mendukung kelancaran proses vaksinasi.

“Semuanya detail supaya kita tahu apa yang harus dilengkapi, apa yang harus dikerjakan, supaya di saat pelaksanaannya tidak terjadi hambatan maupun pelambatan,” ujar Terawan.

Sementara itu, Presiden Jokowi meminta agar simulasi vaksinasi Covid-19 terus dilakukan sebelum vaksin tiba di Tanah Air.

“Kemarin saya lihat simulasi vaksinasi saya lihat di lapangan sudah baik dan saya minta simulasi ini terus dilakukan. Saya akan ngecek [simulasi vaksin] satu atau dua kali lagi,” kata Jokowi saat membuka Ratas Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Senin (23/11/2020).

Lebih lanjut, dia juga memastikan akan terus mengawasi simulasi tersebut sehingga nantinya dalam pelaksanaan berjalan dengan baik.

Selain itu, Kepala Negara juga meminta kepada semua pihak terkait untuk betul-betul memperhatikan proses distribusi vaksin ke seluruh daerah di Indonesia.

“Yang menurut saya paling penting agar perjalanan vaksin ke daerah ini bisa berjalan aman dan lancar,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BPOM vaksinasi Sinovac Vaksin Covid-19
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top