Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Prabowo Telepon Menteri Pertahanan AS yang Baru. Ada Apa?

Selain kerja sama militer, keduanya juga membicarakan pengadaan alat pertahanan yang dapat mendukung modernisasi sistem pertahanan Indonesia.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 21 November 2020  |  09:15 WIB
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto (kanan) bersama Wakil Menteri Pertahanan Sakti Wahyu Trenggono (kiri) mengikuti rapat kerja bersama Komisi I DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (20/1/2020). -  Antara / Puspa Perwitasari.
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto (kanan) bersama Wakil Menteri Pertahanan Sakti Wahyu Trenggono (kiri) mengikuti rapat kerja bersama Komisi I DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (20/1/2020). - Antara / Puspa Perwitasari.

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto melakukan pembicaraan telepon dengan Plt. Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Christopher Miller pada Jumat (20/11/2020).

Berdasarkan rilis Kementerian Pertahanan AS, pembicaraan ini terkait dengan kerja sama bilateral terkait dengan prioritas pertahanan.

"Kedua pemimpin berbagi keinginannya untuk memperkuat hubungan pertahanan antara Indonesia dan Amerika Serikat," tulis rilis tersebut, Kamis (20/11/2020).

Kedua pihak, Indonesia dan AS, juga menyadari pentingnya kerja sama pertukaran militer dan berkomitmen untuk memperkuat kesempatan pendidikan dan pelatihan antara kedua negara.

Miller dan Prabowo juga membicarakan pengadaan alat pertahanan yang dapat mendukung modernisasi sistem pertahanan Indonesia.

Sebelumnya, Prabowo juga pernah mengadakan pembicaraan telepon dengan pendahulu Miller, Mark T. Esper, pada Agustus lalu. Saat itu, keduanya juga membahas kerja sama militer di masa pandemi Covid-19.

Esper dan Prabowo juga membicarakan keamanan maritim, pengadaan alat pertahanan, dan latihan militer. Saat itu, Prabowo menyampaikan rasa terima kasih kepada masyarakat AS yang telah menyumbangkan ventilator dan dana bantuan Covid-19 senilai US$12,3 juta untuk Indonesia.

Sayangnya, Esper diberhentikan oleh Trump beberapa waktu lalu. 

Namun, Juru Bicara Menteri Pertahanan RI Danhil Anzar meyakini pemecatan Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Mark Esper tidak akan mengganggu kerja sama bidang pertahanan antara Indonesia dan AS.

“Pemberhentian Mark Esper atau pergantian kepemimpinan di AS, kami yakini tidak akan banyak mengganggu kerja sama yang sudah dijalin selama ini,” kata Danhil kepada Bisnis melalui pesan singkat, Selasa (10/11/2020).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat militer prabowo subianto
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top