Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Habib Rizieq Mendadak Hentikan Semua Kegiatan Dakwah, Ini Alasannya

Kelelahan disebut sebagai sebab Habib Rizieq Shihab mendadak menghentikan kegiatan dan menolak semua undangan dakwah di seluruh Indonesia.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 19 November 2020  |  19:40 WIB
Habib Rizieq Shihab (HRS) - Antara
Habib Rizieq Shihab (HRS) - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Pendiri Front Pembela Islam, FPI, Habib Rizieq Shihab mendadak menghentikan kegiatan dan menolak semua undangan dakwah di seluruh Indonesia.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) FPI Ahmad Shobri Lubis mengatakan Habib Rizieq Shihab kelelahan karena sejak pulang ke Indonesia pada 10 November - 14 November 2020, seluruh kegiatan dakwah tidak pernah berhenti.

"Bahwa IB HRS saat ini memilih untuk beristirahat, jeda sejenak, karena selain kelelahan akibat perjalanan (pulang) yang panjang, langsung beraktivitas," tuturnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (19/11/2020).

Shobri Lubis mewakili Habib Rizieq Shihab juga sempat meminta maaf kepada seluruh jemaah yang telah mengirimkan undangan dakwah, tapi mendadak dibatalkan, mengingat kondisi belum kondusif.

"Kepada segenap elemen masyarakat yang telah mengajukan undangan, kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya, hingga IB HRS dapat beraktivitas kembali," kata Shobri.

Dia juga mengimbau agar masyarakat menerapkan pola hidup sehat dengan cara tidak berkumpul di satu titik.

"IB HRS juga mengajak umat menciptakan pola hidup sehat dan tidak melakukan kegiatan yang berdampak pada penumpukan massa, hingga situasi kembali normal," ujar Shobri.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

fpi habib rizieq Covid-19
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top