Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Cari Cuan di Tengah Pandemi, Warren Buffett Beli Saham 4 Perusahaan Farmasi

Buffet menggelontorkan US$1,8 miliar untuk membeli 21,2 juta saham AbbVie, 30 juta saham Bristol Myers Squibb, dan 22,4 juta saham Merck. Selain itu, Berkshire juga membeli 3,71 juta saham Pfizer senilai US$136 juta.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 17 November 2020  |  15:01 WIB
Warren Buffett
Warren Buffett

Bisnis.com, JAKARTA – Warren Buffett memanfaatkan momen pandemi Covid-19 untuk berinvestasi di sejumlah perusahaan farmasi.

Melalui perusahaannya, Berkshire Hathaway Inc., salah satu orang paling kaya di dunia tersebut membeli saham si empat perusahaan farmasi besar pada kuartal III/2020.

Dilansir dari Fox Business, Berkshire menggelontorkan US$1,8 miliar untuk membeli 21,2 juta saham AbbVie, 30 juta saham Bristol Myers Squibb, dan 22,4 juta saham Merck. Selain itu, Berkshire juga membeli 3,71 juta saham Pfizer senilai US$136 juta.

Buffett dan perusahaannya bertaruh bahwa perusahaan farmasi besar akan memainkan peran yang semakin penting dalam ekonomi global selama dan setelah pandemi virus corona.

Diketahui awal pekan ini, Pfizer dan mitranya dari Jerman, BioNTech, mengumumkan perkembangan menjanjikan dari kandidat vaksin Covid-19. Sementara itu, Moderna melakukan hal yang sama pada hari Senin.

Sepanjang tahun ini, Buffett tengah berupaya menggelontorkan hampir US$150 miliar tahun ini untuk membeli saham di perusahaan atau bahkan mengakuisisi seluruh perusahaan. Selain berinvestasi pada saham, dia juga meningkatkan kepemilikan emas dan investasi lainnya.

Awal Mei lalu, Buffett membeli saham perusahaan energi Dominion Energy Inc. Kemudian pada bulan September, Berkshire Hathaway mengungkapkan investasi senilai hampir US$7 miliar di lima perusahaan perdagangan umum terbesar di Jepang, yang mencakup beragam bisnis mulai dari pertambangan, real estat, hingga makanan dan logistik.

Berkshire berinvestasi US$250 juta untuk membeli saham perusahaan penyimpanan data Snowflake Inc. dalam penawaran umum perdana (IPO). Berkshire juga membeli saham T-Mobile senilai US$280 juta dan meningkatkan kepemilikan saham General Motors dan Kroger.

Namun, tidak satu pun dari investasi di tahun 2020 ini yang menjadi akuisisi besar-besaran, yang disebut Buffet sebagai investasi skala "gajah".

Berkshire memiliki lebih dari 90 perusahaan, termasuk bisnis asuransi dan utilitas, furnitur, manufaktur, dan perhiasan.

Perusahaan yang berbasis di Omaha, Nebraska, ini juga memiliki investasi besar di perusahaan seperti American Express, Moody’s dan Coca-Cola.

Di sisi lain, perusahaan juga melepas sejumlah kepemilikan saham sepanjang tahun ini. Dilansir dari Business Insider, Berkshire diketahui menjual saham sekitar 3,7 persen saham Apple atau setara 36 juta saham.

Buffett juga melego saham JPMorgan hingga lebih dari 95 persen dari sekitar 22 juta saham, senilai lebih dari $ 2 miliar pada akhir Juni. Buffett juga menjual lebih banyak saham Wells Fargo, dan melepak kepemilikan saham di Costco yang bernilai lebih dari $ 1,3 miliar pada akhir kuartal kedua.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi warren buffett
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top