Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sempat Ragukan Hasil Tes, Elon Musk Kini Curiga Dirinya Alami Gejala Covid-19

CEO Tesla Inc. dan Space Exploration Technologies Corp ini mengatakan di akun Twitter resminya @elonmusk, bahwa ia mengalami gejala flu ringan.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 15 November 2020  |  12:14 WIB
Pendiri SpaceX Elon Musk.  - Reuters
Pendiri SpaceX Elon Musk. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Elon Musk mengatakan bahwa dirinya kemungkinan besar mengalami gejala Covid-19 sedang, meskipun ia masih meragukan keakuratan hasil tes terhadap dirinya.

Namun, dia tidak menyebutkan hasil apa pun dari tes PCR, yang biasanya dilakukan di laboratorium dan lebih akurat daripada rapid test.

CEO Tesla Inc. dan Space Exploration Technologies Corp ini mengatakan di akun Twitter resminya @elonmusk, bahwa ia mengalami gejala flu ringan.

Dilansir Bloomberg, Elon Musk mengaku telah menjalani empat kali rapid test antigen pada Jumat (13/11/2020) menggunakan tes milik Becton, Dkickinson and Co’s. Uniknya, dari empat kali tes, 2 di antaranya menunjukkan hasil positif dan 2 lainnya negatif.

“Saya mendapatkan hasil yang sangat berbeda dari laboratorium yang berbeda, tetapi kemungkinan besar saya mengalami gejala Covid-19 sedang. Gejala saya adalah flu ringan, tidak mengherankan karena coronavirus adalah sejenis flu,” ungkap Elon Musk di Twitter.

Musk terus mengungkapkan keraguan terhadap Covid-19. Ia pernah mempertanyakan tingkat penyebaran virus tersebut dan mengklaim tingkat kematian terlalu dibesar-besarkan.

Dalam tweetnya pada hari Sabtu, dia mengatakan "virus corona adalah jenis flu," dan menganggap remeh risikonya. Di AS, Covid-19 telah menginfeksi lebih dari 10,8 juta orang setelah mencatat rekor 190.059 kasus pada Jumat. Sedangkan jumlah korban meninggal mencapai lebih dari 245.000 orang.

Pada bulan Maret, Musk memperkirakan AS akan mencatat nyaris nol kasus baru di AS pada bulan April dan mengungkapkan kekesalannya dengan perintah penutupan yang menghentikan sementara produksi di pabrik mobil Tesla di Fremont, California.

Tes cepat telah menjadi lebih banyak digunakan dalam perang melawan Covid-19, tetapi tes ini juga diketahui kurang akurat daripada tes reaksi rantai polimerase standar emas, atau PCR yang lebih umum.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

elon musk Covid-19

Sumber : Bloomberg

Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top