Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Gas Alam Jadi Transisi Sebelum Negara-Negara Balkan Setop Pengunaan Batu Bara

EBRD ikut membantu mendanai jaringan transmisi gas dan pembangkit listrik tenaga gas untuk membantu transisi tersebut ke energi yang terbarukan.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 12 November 2020  |  11:15 WIB
Ladang Gas Alam  - Bloomberg
Ladang Gas Alam - Bloomberg


Bisnis.com, JAKARTA - Gas alam akan berfungsi sebagai jembatan untuk negara-negara Balkan untuk bergabung dengan Uni Eropa. Pasalnya, European Bank for Reconstruction and Development (EBRD) mengharapkan negara-negara ini untuk beralih dari batu bara ke sumber energi terbarukan.

Pembangkit listrik tenaga batu bara menghasilkan lebih dari setengah listrik di kawasan Balkan, menyelimuti kota-kota dalam kabut asap tebal selama berbulan-bulan setiap tahun dan menciptakan udara paling tercemar di Eropa.

Beberapa pembangkit listrik tenaga angin dan matahari tengah dibangun di Serbia, Montenegro, Bosnia-Herzegovina, Kosovo, dan Makedonia Utara, sementara Albania secara tradisional mengandalkan energi hidro.

EBRD ikut membantu mendanai jaringan transmisi gas dan pembangkit listrik tenaga gas untuk membantu transisi tersebut ke energi yang terbarukan.

“Anda tidak dapat beralih dari batu bara menjadi energi terbarukan tanpa langkah perantara,” kata Charlotte Ruhe, Direktur Pelaksana EBRD untuk wilayah Balkan.

Dia percaya bahwa gas harus menjadi perantara. EBRD, yang diberi mandat untuk mempertahankan 40% portofolionya dalam proyek-proyek energi hijau, telah mendanai pembangkit listrik tenaga gas dan pipa gas alam, sementara Bank Investasi Eropa, yang juga memberikan pinjaman secara ekstensif di Balkan telah berkomitmen untuk mengakhiri semua pembiayaan proyek bahan bakar fosil.

Sebagai bahan bakar fosil, gas alam menyebabkan kerusakan lingkungan yang jauh lebih sedikit daripada pembakaran batu bara berkualitas rendah yang banyak tersedia di Balkan. Ini dapat menjadi bahan bakar pembangkit listrik yang menyediakan listrik sebagai cadangan yang diperlukan dari kurangnya produksi pembangkit listrik tenaga angin dan matahari.

Ruhe mengatakan beberapa dari 69 pemegang saham negara EBRD, yang tidak dia sebutkan, keberatan untuk mendanai proyek bahan bakar fosil dan ingin bank tersebut segera berhenti.

“Tapi saya merasa kita harus menawarkan negara-negara ini langkah perantara,” katanya. “Gas adalah satu-satunya solusi.”

Sementara itu, negara-negara Balkan yang telah berjanji untuk membersihkan sektor energinya di jalur aksesi Uni Eropa, masih berinvestasi di pembangkit batu bara. Bosnia mengumumkan tahun lalu bahwa mereka mulai mengerjakan pembangkit listrik yang baru dan Montenegro sedang merombak generator yang sudah usang, keduanya partisipasi dengan China.

“Ini wilayah yang membutuhkan energi yang lebih bersih, dan juga perlu industri yang lebih bersih,” kata Ruhe. “Penghijauan sektor energi adalah salah satu prioritas utama kami.”

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

uni eropa pembangkit listrik gas alam

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top