Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kemenlu Fasilitasi Repatriasi 13 ABK WNI dari Senegal

Proses pemulangan telah dimulai sejak 27 Oktober sebanyak 33 ABK dan 3 November 2020 untuk 42 ABK lainnya, sehingga totalnya mencapai 88 WNI.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 10 November 2020  |  19:55 WIB
Ilustrasi - Sejumlah warga negara Indonesia (WNI) antre untuk mendaftar repatriasi di Bandar Udara Internasional Colombo, Sri Lanka, Jumat (1/5 - 2020) malam. KBRI Colombo merepatriasi mandiri gelombang kedua dengan memulangkan 347 pekerja migran Indonesia (PMI) dari Sri Lanka dan Maladewa ke Indonesia akibat pandemi Covid/19. ANTARA
Ilustrasi - Sejumlah warga negara Indonesia (WNI) antre untuk mendaftar repatriasi di Bandar Udara Internasional Colombo, Sri Lanka, Jumat (1/5 - 2020) malam. KBRI Colombo merepatriasi mandiri gelombang kedua dengan memulangkan 347 pekerja migran Indonesia (PMI) dari Sri Lanka dan Maladewa ke Indonesia akibat pandemi Covid/19. ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA - Perwakilan RI di Dakar, Senegal memfasilitasi pemulangan 13 anak buah kapal (ABK) WNI yang sempat tertahan ke Tanah Air.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan 13 ABK WNI ini tiba pada hari ini, Selasa (10/11/2020). Proses pemulangan telah dimulai sejak 27 Oktober sebanyak 33 ABK dan 3 November 2020 untuk 42 ABK lainnya. Adapun jadwal pemulangan hari ini merupakan yang terakhir. 

"Sehingga seluruh 88 ABK WNI yang stranded di Senegal telah berhasil dipulangkan semuanya," katanya dalam press briefing, Selasa (10/11/2020).

Retno mengungkapkan upaya ini tidak lepas dari diplomasi KBRI Dakar dengan Pemerintah Senegal di tengah pandemi Covid-19 sehingga mengizinkan para ABK turun kapal lalu pulang ke Indonesia melalui jalur udara.

Repatriasi ABK WNI juga dilakukan kepada 157 ABK WNI yang bekerja di kapal ikan China melalui jalur laut pada 7 November 2020.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan pemulangan kali ini diantar menggunakan dua kapal yaitu Long Xin 601 dan Long Xin 610. 

Repatriasi menggunakan jalur laut ini merupakan yang pertama kali dilakukan antara Indonesia dan China.

"Alhamdulillah, berkat berbagai upaya tersebut, pada tanggal 7 November lalu melalui pemulangan 157 ABK WNI, termasuk dua jenazah, melalui Pelabuhan Bitung di Sulawesi Utara," terangnya.

ABK tersebut bekerja di 12 kapal ikan China. Repatriasi ini berhasil dilakukan karena adanya komunikasi yang intensif, salah satunya setelah pertemuan antara Menlu RI dan China.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wni kemenlu abk
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top