Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pengamat Bisnis Sebut Kemenangan Biden Akan Untungkan Asean

Bagi negara-negara Asean, ini seharusnya memberi manfaat. Misalnya, Amerika Serikat dapat menawarkan pengaturan perdagangan bebas dan meningkatkan kerja sama militer kepada mitranya di kawasan.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 02 November 2020  |  18:09 WIB
Calon presiden AS dari Partai Demokrat Joe Biden terlihat menyampaikan pidatonya dalam Konvensi Nasional Partai Demokrat yang disiarkan secara live streaming melalui sebuah laptop di Tiskilwa, Illinois, AS, Kamis (20/8/2020). - Bloomberg/Daniel Acker
Calon presiden AS dari Partai Demokrat Joe Biden terlihat menyampaikan pidatonya dalam Konvensi Nasional Partai Demokrat yang disiarkan secara live streaming melalui sebuah laptop di Tiskilwa, Illinois, AS, Kamis (20/8/2020). - Bloomberg/Daniel Acker

Bisnis.com, JAKARTA - Jika Joe Biden memenangi Pemilihan Presiden Amerika Serikat (AS) esok, perseteruan di berbagai bidang masih akan menjadi tema dominan untuk hubungan dengan China.

Michael A. Witt, Profesor Strategi dan Bisnis Internasional di Institute Europeen d'Administration Affaires (Insead) mengatakan, dalam mempertahankan kepentingannya melawan China, AS di bawah Biden kemungkinan besar akan kembali ke kebijakan luar negeri yang tidak terlalu konfrontatif terhadap negara-negara sekutu.

Biden kemungkinan akan berupaya melibatkan mereka kembali untuk membangun koalisi yang mendukung tujuan AS.

Bagi negara-negara Asean, ini seharusnya memberi manfaat. Misalnya, Amerika Serikat dapat menawarkan pengaturan perdagangan bebas dan meningkatkan kerja sama militer kepada mitranya di kawasan.

"Dalam konteks ini, ada potensi bagi negara-negara Asean untuk mengadu domba China dan Amerika Serikat untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar bagi diri mereka sendiri," kata Witt dalam keterangannya yang diterima Bisnis, Senin (2/11/2020).

Proses ini bisa dibilang sudah dimulai di hari-hari terakhir pemerintahan Trump misalnya, pencabutan larangan visa AS terhadap Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto.

Selain itu, di luar pertanyaan tentang kepemimpinan global, banyak titik gesekan akan tetap ada di bawah Biden. AS akan terus menentang klaim teritorial China di Laut Cina Selatan, Kepulauan Senkaku/ Diaoyu dan khususnya Taiwan.

"Biden lebih mungkin daripada pendahulunya untuk menjadikan penahanan massal minoritas Uighur di China sebagai masalah kebijakan luar negeri. Sumber gesekan ekonomi juga akan tetap ada, seperti masalah seputar akses pasar dan dukungan negara terhadap perusahaan China," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asia Pilpres as 2020 Joe Biden
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top