Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Singapura Pantau Aturan Perjalanan Luar Negeri, Termasuk Indonesia dan Jerman

Ong menyebutkan bahwa meskipun masih terus terjadi kenaikan kasus infeksi virus corona seperti di Jerman dan Indonesia, yang diberi lampu hijau oleh Singapura untuk perjalanan bisnis, penting untuk tetap memperhatikan apakah terjadi penularan atau tidak.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 31 Oktober 2020  |  08:51 WIB
Warga Singapura bersepeda di dekat patung Marlion -  Bloomberg
Warga Singapura bersepeda di dekat patung Marlion - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Melihat situasi Covid-19 yang belum juga mereda, bahkan kembali melonjak di beberapa negara, Menteri Transportasi Singapura Ong Ye Kung mengarahkan agar kesepakatan perjalanan internasional terus diawasi.

Ong menyebutkan bahwa meskipun masih terus terjadi kenaikan kasus infeksi virus corona seperti di Jerman dan Indonesia, yang diberi lampu hijau oleh Singapura untuk perjalanan bisnis, penting untuk tetap memperhatikan apakah terjadi penularan atau tidak.

“Pasalnya, di antara mereka yang melakukan perjalanan bisnis umumnya tingkat penularan kasusnya lebih rendah,” kata Ong melansir The Straits Times, Sabtu (31/10/2020).

Ong menegaskan bahwa kasus Covid-19 impor dari negara seperti Jerman dan Indonesia selanjutnya bisa dimitigasi dengan melakukan tindakan pencegahan lain seperti tes Covid-19 dan membuat serta memeriksa rencana perjalanan.

Ong menanggapi kekhawatiran terkait jalur hijau Singapura untuk perjalanan bisnis dan resmi dengan Jerman. Pasalnya Otoritas Jerman pekan ini mengumumkan rencana untuk lockdown sebulan ke depan setelah mencatatkan lonjakan kasus Covid-19.

“Kita harus memahami di mana kasusnya, dan segmen masyarakat mana yang sebenarnya tidak terdapat kasus yang tinggi,” ujarnya.

Ketika jumlah kasus meluas di Singapura, lanjutnya, Negeri Singa ini juga menghadapi masalah persepsi meskipun penyebaran umumnya hanya terjadi di asrama pekerja.

“Ketika Singapura mencatatkan tambahan ratusan kasus Covid-19 setiap harinya, kami masih bisa hidup normal seperti biasa karena kami tahu bahwa penyebarannya tidak terjadi di sekitar kami, di mana angka kasusnya juga rendah,” imbuhnya.

Ong menambahkan, keputusan Singapura untuk membuka jalur perjalanan dengan beberapa negara akan didasarkan pada analisis dari profesional kesehatan dari Kementerian Kesehatan. Beberapa hal yang jadi pertimbangan termasuk tingkat pelacakan kontak dan aturan jaga jarak di negara tersebut.

Dia juga menyebutkan bahwa dia sendiri yang akan melakukan pengecekan angka kasus Covid-1 di beberapa negara tiap harinya. Ong menegaskan bahwa penting bagi Singapura untuk tetap membuka jalur perjalanan udara meskipun di tengah wabah seperti ini.

“Kalau jalur udaranya diputus kami akan kesulitan. Ini bukan hanya sekadar mementingkan pertumbuhan ekonomi, tapi juga memastikan bahwa kita masih punya pelayanan bandara yang baik, maskapai penerbangan Singapore Airlaines yang baik, dan memastikan bahwa Singapura terus terbuka,” tambahnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

singapura Covid-19 pandemi corona
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top