Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kunjungan Mike Pompeo ke Indonesia Disinyalir Bendung Hegemoni China Atas Laut China Selatan

Mike sekarang juga pergi ke Asia Selatan karena Asia Selatan juga ada masalah dengan China, terutama India.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 29 Oktober 2020  |  12:17 WIB
Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo tiba di Indonesia, Kamis (29/10/2020), dan dijadwalkan bertemu Presiden Joko Widodo. JIBI - Bisnis/Nancy Junita @SecPompeo
Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo tiba di Indonesia, Kamis (29/10/2020), dan dijadwalkan bertemu Presiden Joko Widodo. JIBI - Bisnis/Nancy Junita @SecPompeo

Bisnis.com, JAKARTA - Peneliti Bidang Perkembangan Politik Internasional LIPI Siswanto berpendapat kunjungan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo, hari ini, Kamis (29/10/2020), ke Indonesia bertujuan untuk membendung pengaruh China atas konflik Laut China Selatan.

Kunjugan itu, menurut Siswanto, menjadi momen bagi Amerika Serikat untuk mengajak Indonesia menjadi bagian negara kerja sama dalam rangka menghadapi perluasan pengaruh China atas jalur transportasi di Laut China Selatan tersebut.

Pasalnya, Amerika Serikat telah menerima kesepakatan kerja sama dengan Filipina, Malaysia, Thailand dan Singapura.

“Konflik Laut China Selatan juga bagaimana Amerika tetap berkeinginan untuk menjadikan Laut China Selatan adalah kawasan atau jalur transportasi bebas yang bukan dapat didominasi atau dikuasai oleh China sepihak,” kata Siswanto melalui sambungan telepon pada Kamis (29/10/2020).

Bahkan, menurut dia, Amerika Serikat juga berencana untuk melakukan kunjugan bilateral ke  sejumlah negara di kawasan Asia Selatan dalam rangka membendung perluasan pengaruh China tersebut.

“Mike sekarang juga akan pergi ke Asia Selatan karena Asia Selatan juga ada masalah dengan China, terutama India dari segi ekonomi politik baik bagi Amerika Serikat untuk membendung perluasan pengaruh China atas Konflik Laut Cina Selatan,” ujarnya.

Sebelumnya, Indonesia sempat meminta seluruh negara yang bersengketa di Laut Chhina Selatan (LCS) menjaga situasi di kawasan agar tetap kondusif di tengah pandemi global.

Dirjen Kerja Sama Asean Kementerian Luar Negeri Jose Tavares menyayangkan kondisi di Laut Chhina Selatan yang justru semakin tegang di tengah pandemi Covid-19.

"Memang sangat disayangkan bahwa pada saat pandemi ini masih terdapat berbagai aktivitas di Laut China Selatan yang memberikan ketegangan di kawasan," katanya dalam pertemuan Asean-AS Dialogue oleh Pejabat Senior AS David Stilwell seperti dikutip dari siaran pers, Kamis (6/8/2020).

Selain itu, Indonesia juga menegaskan agar setiap pihak perlu membatasi kegiatan atau aktivitas yang dapat memicu konflik dan menghormati hukum internasional.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china india amerika serikat
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top