Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Website Kampanye Trump Disusupi Penipuan Cryptocurrency

Aksi peretasan website kampanye Presiden Amerika Serikat Donald Trump itu hanya berlangsung selama 30 menit, sebelum akhirnya peretas berhasil diusir keluar.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 28 Oktober 2020  |  22:39 WIB
Joe Biden dan Donald Trump bersaing keras meraup suara terbanyak di Pilpres AS 2020. - Istimewa
Joe Biden dan Donald Trump bersaing keras meraup suara terbanyak di Pilpres AS 2020. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Website Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah diretas oleh penipuan cryptocurrency.

 

Hingga saat ini, tim kampanyenya sedang melakukan investigasi terkait aksi peretasan tersebut.

 

“Dunia sudah muak dengan banyaknya kabar bohong yang disebarkan setiap hari,” tulis website www.donaldjtrump.com yang sempat ditayangkan secara singkat.

 

Tim kampanye Trump menyatakan tidak ada data sensitive yang dicuri karena tidak ada data apapun yang ada di website tersebut. Saat ini, website ini telah berfungsi secara normal.

 

Berdasarkan tangkapan layar yang beredar online, dilansir dari bbc.om, Rabu (28/10/2020), website tersebut menampilkan sebuah pesan palsu yang disertai dengan logo FBI dan US Department of Justice.

 

“Sudah saatnya dunia mengetahui kebenaran,” tulis website tersebut.

 

Tersangka peretas juga mengklaim memiliki bukti bahwa Pemerintah Amerika Serikat telah terlibat dalam konspirasi virus Corona dan mencampuri urusan pemilihan presiden yang akan digelar pada 3 November 2020.

 

Pesan dalam website itu juga meminta donasi berupa cryptocurrency sebagai ganti dari pemberian informasi tersebut.

 

“Website kampanye Trump telah diretas dan kami sedang bekerja dengan otoritas hukum untuk menginvestigasi kejadian ini,” kata Direktur Komunikasi Kampanye Trump, Tim Murtaugh.

 

Aksi peretasan itu hanya berlangsung selama 30 menit, sebelum akhirnya peretas berhasil diusir keluar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hacker Donald Trump

Sumber : BBC.com

Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top