Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Luhut Jengkel, Demo Tolak UU Ciptaker Picu Kenaikan Kasus Covid-19

Berdasarkan data yang diterima Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan, hampir 10 persen peserta Demo Tolak UU Cipta Kerja yang ditangkap terkonfirmasi kasus positif Covid-19.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 23 Oktober 2020  |  21:14 WIB
Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan diperiksa suhu tubuhnya sebelum rapat dengan Presiden Joko Widodo di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (3/3/2020). Pemeriksaankondisi suhu tubuh bagi tamu maupun pejabat tersebut untuk mengantisipasi penyebaran virus corona atau Covid-19 di lingkungan Istana Kepresidenan. ANTARA FOTO - Sigid Kurniawan
Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan diperiksa suhu tubuhnya sebelum rapat dengan Presiden Joko Widodo di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (3/3/2020). Pemeriksaankondisi suhu tubuh bagi tamu maupun pejabat tersebut untuk mengantisipasi penyebaran virus corona atau Covid-19 di lingkungan Istana Kepresidenan. ANTARA FOTO - Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA — Wakil Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan merasa jengkel terhadap aksi demonstrasi penolakan UU Cipta Kerja yang berlangsung dua pekan terakhir di sejumlah wilayah di Tanah Air.

Lantaran, Luhut membeberkan, aksi demonstrasi itu telah memicu peningkatan kasus konfirmasi positif Covid-19 secara nasional pada akhir Oktober 2020 ini.

“Hari ini terjadi perubahan yang saya sangat tidak suka sebenarnya tetapi ya itu take of flight akibat demontrasi mulai dua minggu yang lalu sekarang sudah kelihatan naik lagi Covid-19 itu,” kata Luhut saat memberi pengarahan dan sosialisasi terkait Omnibus Law UU Cipta Kerja di Lemhannas yang diunggah lewat akun youtube Lemhannas RI pada Jumat (23/10/2020).

Berdasarkan data yang diterimanya, Luhut mengatakan hampir 10 persen peserta yang ditangkap saat aksi unjuk rasa tersebut terkonfirmasi kasus positif Covid-19. Angka itu, menurut dia, membuat tren penambahan kasus konfirmasi positif Covid-19 nasional tidak lagi relatif stabil.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono mengemukakan sampai saat ini Kepolisian telah mengamankan 1.548 pelajar yang melakukan aksi penolakan tersebut di seluruh Indonesia.

Dia menjelaskan pelajar tersebut diamankan dari peristiwa aksi di beberapa wilayah di Indonesia, di antaranya di wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, Semarang, Jogja, Malang, Surabaya.

Kemudian dari di Medan, Lampung, Makassar, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Gorontalo, Jambi, Kepulauan Riau, Aceh dan Sumatera Barat. "Sampai saat ini total ada 1.548 pelajar yang telah ditangkap di semua Polda," kata Argo, Jumat (9/10/22020).

Terpisah, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan belum ada tanda-tanda kenaikan kasus konfirmasi positif Covid-19 di wilayah ibu kota setelah adanya aksi demontrasi penolakan UU Cipta Kerja selama dua pekan terakhir.

“Sampai hari ini belum ada tanda-tanda peningkatan justru yang terjadi kecendrungannya menurun kita bersyukur angka di nasional kasus aktif atau positif juga menurun,” kata Ariza kepada awak media pada Jumat (23/10/2020).

Sejak PSBB transisi 5 Juni 2020 lalu, dia mengatakan, memang terjadi peningkatan kasus konfirmasi positif yang cukup signifikan. Hanya saja, pada akhir September 2020 sampai 9 Oktober 2020 grafik Covid-19 sudah mulai mendatar secara konsisten.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Luhut Pandjaitan kemenko kemaritiman Covid-19
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top