Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Aksi Pembangkangan Sipil Hari Ini, Desak Jokowi Batalkan Omnibus Law

Massa aksi akan berkumpul di depan kantor perwakilan Organisasi Buruh Internasional (ILO) di kawasan Thamrin.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 22 Oktober 2020  |  10:43 WIB
Massa berkerumun tanpa menjaga jarak fisik protokol kesehatan saat mengikuti aksi penolakan terhadap UU Cipta Kerja Omnibus Law di depan kompleks DPRD Jateng, Semarang, Jawa Tengah, Senin (12/10/2020). Satgas Penanganan Covid-19 mengimbau agar masyarakat yang berpartisipasi dalam menyampaikan aspirasi di depan publik melaksanakan protokol kesehatan dan menjaga jarak fisik guna mencegah penyebaran Covid-19 yang berpotensi terjadi pada kerumunan demonstrasi. ANTARA FOTO - Aji Styawan
Massa berkerumun tanpa menjaga jarak fisik protokol kesehatan saat mengikuti aksi penolakan terhadap UU Cipta Kerja Omnibus Law di depan kompleks DPRD Jateng, Semarang, Jawa Tengah, Senin (12/10/2020). Satgas Penanganan Covid-19 mengimbau agar masyarakat yang berpartisipasi dalam menyampaikan aspirasi di depan publik melaksanakan protokol kesehatan dan menjaga jarak fisik guna mencegah penyebaran Covid-19 yang berpotensi terjadi pada kerumunan demonstrasi. ANTARA FOTO - Aji Styawan

Bisnis.com, JAKARTA - Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) akan melanjutkan aksi pembangkangan sipil menolak omnibus law Undang-undang Cipta Kerja pada hari ini, Kamis (22/10/2020).

Massa aksi berencana kembali menuju Istana Negara untuk mendesak Presiden Joko Widodo membatalkan omnibus law.

"Gebrak akan melanjutkan aksi pembangkangan sipil terhadap omnibus law UU Cipta Kerja dengan aksi turun ke jalan lagi," kata perwakilan Gebrak, Sunarno dalam keterangannya hari ini, Kamis (22/10/2020).

Massa aksi akan berkumpul di depan kantor perwakilan Organisasi Buruh Internasional (ILO) di kawasan Thamrin, Jakarta pada pukul 10.00 WIB. Massa selanjutnya akan bergerak menuju Istana Negara.

Sunarno mengatakan, elemen Gebrak lainnya juga akan tetap melakukan aksi-aksi di kawasan industri. Adapun beberapa elemen Gebrak di antaranya Konfederasi Serikat Buruh Indonesia (Kasbi), Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia, Konsorsium Pembaruan Agraria, Komite Revolusi Pendidikan Indonesia, dan lainnya.

"Perlawanan-perlawanan ini akan terus dilakukan sampai omnibus law dicabut atau dibatalkan," kata Sunarno.

Aksi hari ini merupakan rangkaian yang digelar sejak 20 Oktober lalu. Aksi demonstrasi menolak omnibus law kerap berlangsung sejak pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat mengesahkan aturan itu pada 5 Oktober lalu.

Berbagai elemen masyarakat sipil menolak lantaran aturan tersebut dinilai akan merugikan masyarakat banyak, mulai dari buruh hingga masyarakat adat, serta abai terhadap kelestarian lingkungan. Proses pembentukannya juga dinilai cacat formil lantaran mengabaikan berbagai masukan publik.

Alihkan Lalu Lintas

Polda Metro Jaya kembali menyiapkan pengalihan arus lalu lintas di sekitar Istana Merdeka, Jakarta Pusat, imbas adanya aksi dari elemen buruh yang menolak UU Cipta Kerja.

"Hindari Kawasan Istana Merdeka dan Jalan MH Thamrin," ujar Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (22/10/2020).

Massa dari Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) akan berkumpul di depan kantor ILO untuk kemudian melakukan long march menuju Istana Merdeka.

Karena itu, bagi pengguna jalan diharapkan untuk menghindari kawasan Istana Merdeka dan Jalan MH Thamrin.

Meski demikian, pengalihan arus lalu lintas itu diterapkan situasional mengikuti pergerakan di lapangan.

Ada 7 rute pengalihan lalu lintas yang disiapkan khusus pada Kamis ini untuk memastikan arus lalu lintas tetap kondusif meski ada aksi buruh.

Berikut rute pengalihan lalu lintas yang disiapkan:

1. Arus lalu lintas dari Jalan Veteran Raya yang akan menuju ke Jalan Veteran III diluruskan ke Traffic Light Harmoni.

2. Arus lalu lintas dari Jalan Merdeka Timur yang akan menuju ke Jalan Medan Merdeka Utara dibelokkan ke kanan ke Jalan Perwira.

3. Arus lalu lintas dari Jalan Ridwan Rais yang akan menuju ke Jalan Medan Merdeka Selatan diluruskan ke Jalan Medan Merdeka Timur.

4. Arus lalu lintas dari Jalan MH Thamrin yang akan menuju ke Patung Kuda Arjuna Wiwaha dibelokkan ke kiri atau ke kanan Jalan Kebon Sirih.

5. Arus lalu lintas dari Jalan Abdul Muis yang akan belok ke kiri ke Jalan Budi Kemuliaan diluruskan ke Jalan Fachrudin dan arus lalu lintas dari Jalan Fachrudin yang akan belok ke kanan ke Jalan Budi Kemuliaan diluruskan ke Jalan Abdul Muis.

6. Arus lalu lintas dari Jalan Tanah Abang II yang akan lurus ke Jalan Museum dibelokkan ke kiri maupun ke kanan, arus lalu lintas dari Jalan Majapahit yang akan belok ke kiri ke Jalan Museum diluruskan ke Jalan Abdul Muis dan arus lalu lintas dari Jalan Abdul Muis yang akan belok kanan ke Jalan Museum diluruskan ke Jalan Majapahit.

7. Arus lalu lintas dari Jalan Hayam Wuruk yang akan lurus ke Jalan Majapahit dibelokkan ke kiri ke Jalan Juanda dan arus lalu lintas dari Jalan Veteran Raya yang akan belok kiri ke Jalan Majapahit diluruskan ke Jalan Suryo Pranoto maupun dibelokkan ke kanan Jalan Gajah Mada.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi buruh Omnibus Law

Sumber : Tempo.Co

Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top