Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

BNPB: Mitigasi Nonstruktural lebih Penting untuk Hadapai La Nina

Badan penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) mengingatkan pentingnya mitigasi nonstruktural untuk menghadapi bencana alam akibat fenomena La Nina.
Sutarno
Sutarno - Bisnis.com 21 Oktober 2020  |  08:55 WIB
Banjir di Kabupaten Bantaeng, Provinsi Sulawesi Selatan, sejak Jumat (12/6/2020). - Dok.BNPB
Banjir di Kabupaten Bantaeng, Provinsi Sulawesi Selatan, sejak Jumat (12/6/2020). - Dok.BNPB

Bisnis.com, JAKARTA - Badan penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) mengingatkan pentingnya mitigasi nonstruktural untuk menghadapi bencana alam akibat fenomena La Nina.

Kepala BNPB Doni Monardo mengatakan fenomena La Nina berpotensi memicu bancana alam hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang dan tanah longsor.

Menurut dia, mitigasi yang paling mendesak untuk menghadapi ancaman bencana hidrometerorologi tersebut adalah mitigasi nonstruktural, terutama perilaku masyarakat dalam menjaga lingkungan.

“Kalau kita sudah mempersiapkan diri dengan memperhatikan masalah perilaku, menjaga lingkungan dan juga mengantisipasi dengan kesiapsiagaan. Ini akan bisa mengurangi risiko,” ujar Doni pada Selasa (20/10) di Telaga Saat, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, seperti dilaporkan melaluoi laman bnpb.go.id.

Doni menambahkan bahwa dengan menjaga alam, masyarakat dapat menghindari risiko terjadinya korban jiwa.

BNPB telah melihat adanya upaya positif yang dilakukan oleh banyak pimpinan di daerah. Tak hanya itu, mereka telah melibatkan banyak komponen dalam mitigasi bencana, seperti dalam merespon informasi curah hujan tinggi untuk disampaikan kepada masyarakat.

“Mengingatkan masyarakat yang tinggal di sepanjang sungai untuk mengikuti informasi dari hulu,” kata Doni yang juga Ketua Satgas Penanganan Covid-19.

Harapannya, informasi tadi ditindaklanjuti oleh masyarakat yang tingga di sekitar hulu sehingga mereka dapat mengantisipasi dengan melakukan evakuasi dini.

“Nah ketika prosedur ini dilakukan, ketika banjir atau banjir bandang tiba, masyarakat akan selamat,” tambahnya.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat untuk periode 18 hingga 24 Oktober 2020 ini, Provinsi Jawa Barat termasuk wilayah yang berpotensi terjadi peningkatan curah hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang.

BNPB meminta masyarakat untuk waspada dan siap siaga, khususnya di wilayah-wilayah yang telah memasuki musim hujan dan terpengaruh fenomena La Nina. Kesiapsiagaan harus dimulai dalam diri sendiri dan keluarga sehingga masyarakat dapat terhindar dari risiko bahaya yang lebih besar. Sebelumnya BNPB telah menyampaikan surat edaran kepada BPBD di seluruh provinsi untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bnpb La Nina Doni Monardo Adaptasi Kebiasaan Baru
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top