Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Usai Vaksinasi Covid-19, Masyarakat Jangan Lupakan 3M

Satgas Penanganan Covid-19 mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melupakan protokol kesehatan 3M usai pemerintah melakukan vaksinasi Covid-19.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 19 Oktober 2020  |  15:09 WIB
Uji kandidat vaksin Covid-19.  - Jhonson & Jhonson
Uji kandidat vaksin Covid-19. - Jhonson & Jhonson

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah menjadwalkan vaksinasi Covid-19 bisa dilakukan pada awal 2021. Namun demikian, masyarakat tetap diimbau untuk tidak meninggalkan protokol kesehatan 3M setelah mendapatkan vaksinasi.

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 menyatakan seluruh dunia sedang mempelajari Covid-19 yang berasal dari virus Sars-Cov-2. Oleh karena itu, Satgas mengimbau agar masyarakat tetap melakukan protokol 3M walau telah mendapatkan vaksinasi Covid-19. 

"Menjaga jarak, mencuci tangan, memakai masker, itu tetap harus dijalankan. Bahkan, untuk meningkatkan imunitas, tidak hanya divaksin, tapi dengan istirahat cukup dan mengonsumsi gizi yang seimbang. Jadi, proteksinya double," kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito dalam konferensi pers virtual, Senin (19/10/2020). 

Seperti diketahui, vaksin Covid-19 saat ini sedang dalam proses uji klinis tahap III di Bandung, Jawa Barat. Uji klinis tersebut melibatkan 1.620 relawan yang akan mendapatkan vaksin Covid-19 sebanyak dua dosis.

Hingga saat ini, seluruh relawan telah mendapatkan suntikan pertama, sedangkan 1.074 relawan sudah mendapatkan suntikan kedua. Adapun, 671 relawan telah diambil sampel darahnya untuk memeriksa efikasi vaksin Covid-19 tersebut.

Wiku menyatakan setiap vaksin memiliki karakteristik masing-masing. Oleh karena itu, lanjutnya, durasi vaksinasi tiap vaksin berbeda-beda. 

"Reaksinya bervariasi karena tergantung dari interaksi antara penyakit dan atibodi pada manusia. Jadi, ada yang pendek, ada yang sampai puluhan tahun [duarsi ketahanan vaksin]. Untuk Covid-19, kita [masih] menunggu dari hasu uji klinisnya," katanya.

Di samping itu, Wiku menyatakan hanya masyarakat sehat dan yang belum terjangkit Covid-19 yang akan diberikan vaksin. Pasalnya, vaksinasi Covid-19 merupakan proses di mana strain virus Sars-Cov-2 yang sudah dilemahkan disuntikkan ke dalam tubuh manusia untuk memicu tubuh mendapatkan imunisasi agar terlindung dari Covid-19.

Selain itu, dia menyampaikan ada kelompok prioritas yang akan mendapatkan vaksinasi terlebih dahulu. Menurutnya, kelompok tersebut merupakan kelompok yang rentan tertular Covid-19, seperti tenaga kesehatan, perawat, dan dokter yang setiap hari berinteraksi dengan pasien yang menderita Covid-19, serta kelompok-kelompok pemberi pelayanan publik.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Vaksin Adaptasi Kebiasaan Baru
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top