Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Musim Hujan Banyak Bencana Alam, Bagaimana Protokol Kesehatannya?

Kondisi bencana alam saat ini seakan menambah beban dalam penanganan bencana akibat pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung sejak Maret lalu.
Ropesta Sitorus
Ropesta Sitorus - Bisnis.com 18 Oktober 2020  |  17:43 WIB
Petugas dari Kelurahan Kampung Melayu meninjau dampak banjir yang melanda RW04 Kebon Pala, Jakarta Timur, akibat luapan Kali Ciliwung, Senin (5/10/2020). - Antara\r\n \r\n\r\n
Petugas dari Kelurahan Kampung Melayu meninjau dampak banjir yang melanda RW04 Kebon Pala, Jakarta Timur, akibat luapan Kali Ciliwung, Senin (5/10/2020). - Antara\\r\\n \\r\\n\\r\\n

Bisnis.com, JAKARTA - Di masa musim hujan saat ini sejumlah daerah dilaporkan mengalami bencana seperti banjir dan longsor. Bencana seperti banjir dan longsor membuat masyarakat menempati pengungsian dan berpotensi memperluas penularan Covid-19 dan penyakit lainnya.

Kondisi bencana alam saat ini seakan menambah beban dalam penanganan bencana akibat pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung sejak Maret lalu. Bagaimana seharusnya penanangan bencana di masa pandemi Covid-19 agar tidak membuka celah untuk penambahan kasus baru? 

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan penanggulangan bencana alam tahun ini harus dilakukan dengan menyesuaikan kondisi pandemi Covid-19.

Upaya mitigasi bencana juga perlu disiapkan dengan matang oleh pemerintah daerah ataupun pihak-pihak yang terkait demi menekan penularan Covid-19 di lokasi pengungsian.

"Karena harus disesuaikan dengan bencana non-alam yaitu pandemi Covid-19. Kontigensi plan dan mitigasi risiko harus disiapkan dengan matang untuk meminimalisir kerugian bahkan korban jiwa pada sektor terdampak termasuk memastikan lokasi pengungsian, yang akan digunakan untuk dapat meminimalisir penularan Covid-19," ujar Wiku Adisasmito, dalam keterangan pers, seperti dikutip Minggu (18/10/2020).

Pemerintah daerah dituntut untuk menyiapkan lokasi pengungsian yang menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Selain itu, apabila memungkinkan, masyarakat didorong untuk menghindari lokasi pengungsian di tenda, jika tidak terpaksa.

"Selain itu, manfaatkan tempat-tempat penginapan yang terdekat sebagai lokasi pengungsian," jelas Wiku.

Di pengungsian harus dipastikan masyarakat mendapatkan masker cadangan, hand sanitizier, alat makan pribadi dan tempat evakuasi yang dirancang untuk menjaga jarak pengungsi. Dan harus ada petugas kesehatan di sekitar pengungsian.

Satgas Penanganan Covid-19 meminta pemerintah daerah, khususnya yang wilayahnya rawan bencana, segera menyiapkan segala peralatan dan fasilitas sesuai protokol kesehatan. Bagi masyarakat tetap patuhi 3M, memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak selama di lokasi pengungsian.

"Ingat, protokol kesehatan merupakan langkah yang penting untuk melindungi diri kita dan orang-orang terdekat dari Covid-19. Pemerintah daerah juga harus lakukan monitoring yang ketat termasuk testing dan tracing jika dibutuhkan di lokasi pengungsian," ujarnya.

Pemerintah daerah juga diminta bersinergi dengan lembaga daerah TNI, Polri serta masyarakat untuk menghindari klaster Pengungsian. Bagi daerah yang rawan tersebut agar berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) atau Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), untuk mempersiapkan segala fasilitas yang dibutuhkan.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

banjir Protokol Pencegahan Covid-19 Adaptasi Kebiasaan Baru
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top