Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

5 Berita Terpopuler: Luhut Sebut UU Cipta Kerja Tidak Dikerjakan Buru-Buru, Kapan Jokowi Teken Omnibus Law ?

Menkomarves Luhut Binsar Pandjaitan yang mengatakan bahwa UU Cipta Kerja tidak dikerjakan secara terburu-buru menjadi berita terpopuler di Bisnis.com pada Jumat (16/10/2020).
Ahmad Rifai
Ahmad Rifai - Bisnis.com 16 Oktober 2020  |  09:55 WIB
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan dalam Digital Launch of Indonesia's Multi-Stakeholder Action Plan, Rabu (22/4/2020). Istimewa -  Humas Kemenko Marves
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan dalam Digital Launch of Indonesia's Multi-Stakeholder Action Plan, Rabu (22/4/2020). Istimewa - Humas Kemenko Marves

1. Luhut: UU Cipta Kerja Tidak Dikerjakan Buru-buru


Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memastikan UU Cipta Kerja atau Omnibus Law tidak dikerjakan buru-buru, karena inisiasinya bahkan telah dilakukan sejak ia menjabat sebagai Menko Polhukam pada 2015.

"Jangan dibilang buru-buru. Saya ingin mundur sedikit ya. Sejak saya Menko Polhukam, Presiden sudah perintahkan itu. Dia melihat, kenapa itu semrawut. Akhirnya, kita cari bentuknya dan ketemulah apa yang disebut Omnibus ini," katanya dalam wawancara satu tahun pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin yang ditayangkan salah satu saluran televisi swasta, Kamis malam (15/10/2020).

Baca berita lengkapnya di sini.

2. Jepang Dorong Relokasi Pabrik ke Asean dari China


Jepang akan secara signifikan meningkatkan program yang mendorong pebisnis untuk merelokasi produksi ke Asia Tenggara dalam rangka mendiversifikasi rantai pasokan yang selama ini terlalu bergantung pada China.

Pemerintah akan memberikan subsidi hingga setengah dari biaya investasi di Asean untuk perusahaan besar dan hingga dua pertiga untuk bisnis kecil.

Baca berita lengkapnya di sini.

3. Tak Hanya Dituntut Penjara Seumur Hidup, Benny Tjokro Juga Dituntut Bayar Uang Pengganti Rp6 Triliun


Direktur Utama PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro dituntut membayar uang pengganti sebesar Rp6,078 triliun, karena dinilai terbukti melakukan korupsi pengelolaan dana dan penggunaan dana investasi pada PT Asuransi Jiwasraya (Persero), serta tindak pidana pencucian uang.

"Jika dalam waktu 1 bulan sesudah putusan pengadilan mempunyai kekuatan hukum tetap dan terdakwa tidak membayar uang pengganti tersebut, harta bendanya disita dan dilelang untuk menutupi uang pengganti," kata jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Agung K.M.S. Roni di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (15/10/2020) malam.

Baca berita lengkapnya di sini.

4. Kondisi Politik Thailand Kacau, Investor Asing Kabur


Aksi demonstrasi besar-besaran yang terjadi di Thailand diperkirakan akan menambah ketidakpastian terhadap pasar saham dan membuat investor menarik dana dari negara tersebut.

Dilansir dari Bloomberg, Jumat (16/10/2020), investor asing telah menarik dananya dari pasar Thailand sebesar US$9,07 miliar atau sekitar Rp133 triliun. Jumlah ini berpotensi melewati rekor capital outflow yang terjadi di Thailand pada 2018 lalu.

Baca berita lengkapnya di sini.

5. Kapan Jokowi Teken Omnibus Law UU Cipta Kerja? Ini Jawaban Pemerintah


Naskah Rancangan Omnibus Law Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (RUU Cipta Kerja) yang telah disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) pada rapat Paripurna 5 Oktober 2020, telah disampaikan kepada Presiden Joko Widodo.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan Ketua DPR RI telah menyampaikan RUU Cipta Kerja kepada Presiden RI melalui surat Nomor LG/120/12046/DPR RI/X/2020. Surat tersebut telah diterima oleh Menteri Sekretaris Negara pada Rabu (14/10/2020).

Baca berita lengkapnya di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Berita Terpopuler
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top