Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Norwegia Tuding Rusia Retas Email Penting Rahasia Negara

Norwegia menuduh bahwa Rusia menjadi dalang dibalik serangan siber terhadap parlemennya.
Fransisco Primus Hernata
Fransisco Primus Hernata - Bisnis.com 14 Oktober 2020  |  12:21 WIB
Peretas mencoba membobol email penting tentang negara Norwegia. - ilustrasi
Peretas mencoba membobol email penting tentang negara Norwegia. - ilustrasi

Bisnis.com, Jakarta - Pemerintah Norwegia menuduh Rusia sebagai peretas terhadap aksi serangan dunia maya dengan cara membobol email berisikan informasi penting yang terjadi pada Agustus.

Para Hacker atau peretas tersebut mencoba untuk membobol akses dari pesan elektronik atau email beberapa anggota parlemen dalam serangan itu. "Berdasarkan informasi yang dimiliki pemerintah, menurut kami Rusia bertanggung jawab atas kegiatan ini," kata Menteri Luar Negeri Ine Eriksen Soreide dalam sebuah pernyataan terhadap publik seperti yang dikutip dari Channel News Asia, Kamis (14/10/2020).

Kedutaan Rusia di Oslo membantah tuduhan tersebut dan menilai Norwegia melakukan provokasi yang serius. "Tidak ada bukti yang diberikan. Kami menganggap tuduhan semacam itu terhadap negara kami tidak dapat diterima. Kami menganggap ini sebagai provokasi yang serius dan disengaja, merusak hubungan bilateral," ujar kedutaan melalui pesan yang ditulis di halaman Facebook-nya, menambahkan pihaknya mengharapkan Oslo untuk memberikan penjelasan.

Kementerian luar negeri Oslo tidak merinci informasi apa yang mendorong kesimpulannya, tetapi mendorong para perusahaan untuk mengikuti pedoman tentang keamanan dunia maya sebagai reaksi dari insiden tersebut.

"Ini adalah insiden yang sangat serius, yang mempengaruhi lembaga demokrasi terpenting kami," kata Eriksen Soreide

Dalam penilaian ancaman tahunan yang diterbitkan pada bulan Februari, dinas intelijen domestik PST Norwegia memperingatkan "operasi jaringan komputer" yang mereka katakan mewakili "ancaman jangka panjang dan terus-menerus terhadap Norwegia".

Pada tahun 2018, anggota NATO Norwegia menangkap seorang warga Rusia yang diduga mengumpulkan informasi di jaringan internet parlemen, tetapi membebaskannya beberapa minggu kemudian karena kurangnya bukti.

Pada bulan Agustus, Oslo mengusir seorang diplomat Rusia yang ditemukan di sebuah restoran yang bertemu dengan seorang warga negara Norwegia yang dicurigai sebagai mata-mata Moskow. Rusia menanggapi dengan mengusir seorang utusan Norwegia.

Kedua negara, yang berbagi perbatasan bersama di Kutub Utara, umumnya menikmati hubungan baik tetapi hubungan itu menjadi tegang sejak aneksasi Rusia atas semenanjung Krimea pada 2014.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

email norwegia serangan siber
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top