Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

India Kembangkan Antiserum Kuda untuk Obat Covid-19

Pengembangan ini telah disetujui oleh Drugs Controller General of India (DCGI) badan lisensi kategori obat di India untuk uji kilinis.
Indah Pranataning Tyas
Indah Pranataning Tyas - Bisnis.com 12 Oktober 2020  |  11:45 WIB
Sel virus Corona - Istimewa
Sel virus Corona - Istimewa

Bisnis.com, SOLO - Dewan Penelitian Medis India (ICMR) telah mengembangkan antiserum untuk pengobatan Covid-19.

Pengembangan ini telah disetujui oleh Drugs Controller General of India (DCGI) badan lisensi kategori obat di India untuk uji kilinis. Antiserum tersebut rencananya dikembangkan dengan menyuntikkan virus SARS CoV-2 pada kuda.

Dilansir India Today, Sabtu (10/10/2020), antiserum yang dikembangkan oleh ICMR dan Biological E Ltd, firma biofarmasi yang berbasis di Heyderabad.

 Antiserum tersebut adalah pengobatan antibodi terhadap Covid-19, dan dikembangkan dengan menyuntikkan Virus Corona yang tidak aktif pada kuda.

Dilaporkan, terapi tersebut bekerja dengan pola yang sama seperti terapi plasma. Namun, plasma darah dalam kasus ini diperoleh dari kuda yang sudah sembuh dari infeksi Virus Corona.

Dalam penelitian itu, 10 kuda sehat yang berusia antara empat sampai 10 tahun disuntik antigen SARS-Cov-2 yang tidak aktif di bawah kulit. Setelah disuntik antigen, kuda-kuda tersebut kemudian diimuniasasi selama 21 hari.

Setelah disuntik SARS-Cov-2 dan ditemukan memiliki antibodi terhadap virus tersebut, plasma kuda ini yang akan digunakan untuk pengobatan. Antibodi dari kuda ini sudah cukup umum dikenal di India sebagai antisera kuda.

Antiserum Kuda

Antisera sendiri adalah serum darah tinggi antibodi terhadap antigen tertentu, dan disuntikkan pada manusia untuk membantu memulai sistem kekebalan melawan infeksi tertentu.

Sedangkan, penyakit yang telah dicoba dengan serum kuda meliputi banyak infeksi virus dan bakteri seperti hepatitis B, virus vaksinia, tetanus, botulisme, dan difteri.

ICMR mengatakan dalam Twitter resminya, meskipun plasma yang dipulihkan dari pasien Covid-19 dapat melayani tujuan yang sama, tetapi profil antibodi, khasiat dan konsentrasinya tetap bervariasi antara satu pasien ke pasien lainnya.

Oleh karena itu, hal ini tidak dapat menjadikannya alat klinis yang tidak dapat diandalkan untuk manajemen pasien.

Mengutip Hindustan times, Sabtu (10/10/2020), ahli virologi setuju bahwa antiserum hewan adalah pilihan terbaik.

T Jacob Jhon, mantan Kepala Departemen Virologi di Christian Medical College di Vellore Tami Nadu mengatakan, plasma tersebut memang memiliki keunggulan dibandingkan plasma pemulihan dari pasien Covid-19. Selain itu, kualitasnya juga berbeda dari satu donor ke donor lainnya.

“Penggunaan antibodi yang telah dibesarkan pada hewan besar adalah hal biasa, dan telah berhasil dengan sukses pada masa lalu. Jika, penelitian pada hewan terbukti menjanjikan terhadap SARS-CoV-2, maka itu adalah kabar baik,” tambahnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona covid-19

Sumber : Solopos.com

Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top