Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Demo UU Cipta Kerja Rusuh, Polisi Medan Amankan 60-an Demonstran

Anggota DPRD Sumut Fraksi Demokrat Anita Lubis menyampaikan aksi ini tidak akan berhasil jika demonstran tetap anarkis.
Cristine Evifania Manik
Cristine Evifania Manik - Bisnis.com 08 Oktober 2020  |  19:59 WIB
Situasi demonstrasi yang diikuti mahasiswa dan pelajar di depan Gedung DPRD Sumut, Kamis (8/10/2020). - Bisnis/Cristine Evifania Manik
Situasi demonstrasi yang diikuti mahasiswa dan pelajar di depan Gedung DPRD Sumut, Kamis (8/10/2020). - Bisnis/Cristine Evifania Manik

Bisnis.com, MEDAN- Unjuk rasa ribuan mahasiswa dan pelajar menentang UU Cipta Lapangan Kerja di Medan berlangsung ricuh.

Berdasarkan pantauan Bisnis.com, Kamis (8/10/2020) tiga orang polisi terluka.

Sementara itu lebih dari 60 orang demonstran diamankan.

Kasatreskrim Polrestabes Medan Martuasa Lumban Tobing melalui pengeras suara mengimbau warga Medan agar tidak terprovokasi.

Martuasa juga menyampaikan aksi demonstrasi terekam oleh CCTV sehingga mudah untuk identifikasi pelaku provokasi. 

"Warga Kota Medan jangan terprovokasi. Kami tahu ini [yang melempar] bukan dari Medan," seru Martuasa. 

Petugas keamanan mulai memukul mundur massa sekitar pukul 14:30 setelah berkali-kali menembakkan water canon dan gas air mata.

Massa mundur ke arah Lapangan Merdeka Medan dan Kantor Wali Kota Medan. 

Keadaan sempat kondusif, namun massa kembali mendatangi Gedung DPRD Sumut sekitar pukul empat sore dan menembakkan petasan ke arah polisi.

Akibat bentrokan ini, tiga orang polisi terluka. Ketiganya telah dibawa untuk mendapatkan perawatan di ruangan Badan Kehormatan Dewan (BKD) DPRD Sumut. 

Polisi mengamankan lebih dari 60 demonstran yang disinyalir melakukan pelemparan dan provokasi.

Para demonstran yang diamankan dibawa ke lantai 1 gedung DPRD Sumut untuk didata.

Aksi demonstrasi yang diikuti mahasiswa dan pelajar berlangsung sejak pukul 11:00 di depan Gedung DPRD Sumut.

Demonstran melakukan orasi, membaca puisi, dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. 

Keadaan mulai tidak kondusif sekitar pukul 12.00 saat gelombang kedua demonstran datang dari arah Jalan Kapten Maulana Lubis Kota Medan.

Mereka melemparkan botol minuman, kayu, batu, dan menembakkan petasan. 

Anggota DPRD Sumut Fraksi Demokrat Anita Lubis menyampaikan aksi ini tidak akan berhasil jika demonstran tetap anarkis.

"Kalian [demonstran] katakan diri mahasiswa. Perjuangan tidak akan berhasil kalau anarkis. Perjuangkan buruh, bukan malah anarkis," ungkapnya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

medan demonstrasi cipta kerja
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top