Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Istana Presiden Dikepung Kawat Berduri, Begini Penampakannya

Pesonel TNI-Polri siaga untuk mengamankan aksi unjuk rasa yang akan dilakukan mahasiswa dan buruh di kawasan Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (8/10/2020).
Massa dari berbagai elemen melakukan unjuk rasa di depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (16/7/2020). Aksi yang dihadiri oleh buruh dan mahasiswa itu menuntut DPR untuk menghentikan pembahasan Omnibus Law RUU Cipta Kerja./Antara
Massa dari berbagai elemen melakukan unjuk rasa di depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (16/7/2020). Aksi yang dihadiri oleh buruh dan mahasiswa itu menuntut DPR untuk menghentikan pembahasan Omnibus Law RUU Cipta Kerja./Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Ratusan personel TNI-Polri memagari kawasan Merdeka Barat, Jakarta atau di sekitar Istana Merdeka dengan kawat besi. Sejumlah kendaraan taktis juga disiagakan.

Pantauan di depan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, aparat kepolisian dan tentara bersiaga mengantisipasi kedatangan pengunjuk rasa menolak pengesahan RUU Cipta Kerja.

Sedikitnya 3 Water Cannon, 3 Barakuda dan kendaraan taktis Brimob bersiaga dibalik kawat besi. Tak ada lagi pelintas atau pengendara sipil yang melewati jalan ini. Belum ada keterangan apapun dari kepolisian.

Dari kabar yang beredar, ribuan buruh maupun mahasiswa mulai mendekati Istana. Namun, belum diketahui para pendemo berkumpul di titik mana. Di sisi, hanya terlibat sejumlah mahasiawa dan jurnalis di lokasi.

Istana Presiden Dikepung Kawat Berduri, Begini Penampakannya
Aparat TNI-Polri memasang pagar kawat besi untuk mengantisipasi aksi unjuk rasa penolakan UU Cipta Kerja di kawasan Merdeka Barat, Jakarta atau di sekitar Istana Merdeka pada Kamis (8/10/2020) - Bisnis/Rayful Mudassir.

Sebelumnya, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia berencana menggelar aksi menolak pengesahan RUU Cipta Kerja yang diketok DPR pada 5 Oktober 2020. Diperkirakan 5.000 mahasiswa dari 300 kampus akan turun aksi hari ini.

Selain itu, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia menyebut 2 juta buruh turut dalam aksi yang berlangsung pada 6 - 8 Oktober tersebut.

Seperti diketahui, Undang-Undang Cipta Kerja yang disahkan DPR pada rapat paripurna, Senin (5/10/2020) lalu menimbulkan pro dan kontra di kalangan publik. Salah satu pihak yang menolak pengesahan undang-undang tersebut ialah para buruh.

Istana Presiden Dikepung Kawat Berduri, Begini Penampakannya
Aparat TNI-Polri memasang pagar kawat besi untuk mengantisipasi aksi unjuk rasa penolakan UU Cipta Kerja di kawasan Merdeka Barat, Jakarta atau di sekitar Istana Merdeka pada Kamis (8/10/2020) - Bisnis/Rayful Mudassir.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menyampaikan bahwa pihaknya bersama 32 federasi dan konfederasi serikat pekerja yang lain masih akan melanjutkan mogok nasional pada hari ketiga.

"Tanggal 8 Oktober 2020 adalah hari terakhir mogok nasional KSPI dan KSPSI AGN serta 32 federasi serikat pekerja, sesuai hasil kesepakatan dan instruksi organisasi yang sudah diedarkan beberapa waktu lalu," kata Said Iqbal dalam keterangan tertulis, Kamis (8/10/2020).

Sementara itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) diketahui saat ini tidak berada di Istana Merdeka, Jakarta. Presiden tengah melakukan kunjungan kerja untuk meninjau proyek food estate atau lumbung pangan di Palangkaraya, Kalimantan Tengah.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Rayful Mudassir
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper