Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Duh! Klaster Rumah Tangga Picu Kenaikan Kasus Covid-19 di Bogor

Dalam sepekan ini, kasus baru Covid-19 di Kota Bogor mencapai 179 kasus atau meningkat 15 persen jika dibandingkan pekan lalu yang berjumlah 155 kasus.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 08 Oktober 2020  |  11:56 WIB
Ilustrasi Anak dan Ibu-Bisnis - Arief Hermawan P
Ilustrasi Anak dan Ibu-Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA – Klaster rumah tangga menjadi faktor risiko utama yang menyebabkan peningkatan kasus positif Covid-19 di Kota Bogor.

Kasus Positif Covid-19 per 4 Oktober 2020 di Kota Bogor mencapai 625 kasus atau 46 persen, dari luar kota bogor 363 kasus atau 26,7 persen, dan non-klaster 179 kasus atau 13,2 persen.

Tren kasus Covid-19 mingguan per tanggal 28 September – 4 Oktober di Kota Bogor juga mengalami peningkatan. Dalam sepekan ini, kasus baru mencapai 179 kasus atau meningkat 15 persen jika dibandingkan pekan lalu yang berjumlah 155 kasus

Di sisi lain, angka kesembuhan turun dari 70,1 persen menjadi 68,4 persendan angka kematian menurun dari 3,8 persen menjadi 3,6 persen.

Penambahan kasus ini didominasi usia dewasa produktif 20 - 49 tahun sebanyak 59,5 persen dan usia Risiko Tinggi lansia dan pralansia di atas 50 tahun ke atas sebanyak 27,5 persen. Adapun, total dari kasus baru mencapai 1.349 kasus.

Kemudian, per 4 Oktober 2020 bahwa kasus kematian Covid-19 paling tinggi berada diusia 50 – 59 tahun mencapai 31 persen, sedangkan data kematian dengan komorbid yaitu Jantung 37 persen; Diabetes Melitus 37 persen; Hipertensi 32 persen; Bronkopneumonia 11 persen dan Stroke 5 persen.

Hasil dari data tersebut diketahui aktivitas kasus positif pada anak, lansia dan pralansia di atas 50 tahun yaitu yang tidak keluar rumah persentasenya  anak sebesar 88 persen dan lansia, pra lansia 49 persen.

Sisanya karena masih aktivitas keluar kota, kegiatan keagamaan, kontak erat dari teman sekerja, tempat umum dan transportasi umum dan lainnya.

Klaster keluarga ini juga dikhawatirkan menjadi semakin besar, oleh karena itu tim Task Force Jawa Barat mengimbau agar masyarakat melakukan isolasi di fasilitas Pemerintah.

Langkah tersebut diharapkan bisa menjadi solusi apabila protokol kesehatan di dalam rumah sulit diterapkan oleh semua keluarga.

“Berdiam diri di rumah tidak memberikan kepastian tidak terkena Covid-19, sepanjang salah satu anggota masih keluar rumah atau menerima tamu dan tidak menerapkan protokol kesehatan,” kata Staf Khusus Menteri Bidang Hukum Kesehatan Kuwat Sri Hudoyo, pimpinan tim Task Force, dikutip melalui keterangan Kemenkes, Kamis (8/10/2020).

Adapun, Kota Bogor saat ini menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Mikro dan Komunitas (PSBMK) untuk penanganan Covid-19.

Kebijakan tersebut diharapkan tepat untuk menurunkan kasus baru, karena skala mikro melihat pergerakan pasien positif dalam skala kecil sehingga penerapannya diharapkan betul-betul tepat sasaran.

Kuwat juga menyampaikan bahwa sistem penanganan Covid-19 di wilayah lain dapat meniru dari model Kota Bogor, karena sistem dari pelaporan harian maupun mingguan mendetail sehingga kebijakan yang diambil tepat dan akurat untuk menurunkan kasus.

Saat ini kesiapan RS ataupun non-RS dalam penanganan pasien Covid-19 memiliki kapasitas 341 tempat tidur dan sudah terisi 181 tempat tidur di 21 RS dan dari 122 tempat tidur di non-RS/BNN Lido sudah terisi 20 tempat tidur.

“Adapun, sebanyak 16.353 telah dilakukan tes PCR di Kota Bogor. Kami mempunyai target tes PCR 1000 orang per minggu dengan prioritas kontak erat, pasien RS atau Puskesmas, perkantoran, pertokoan, massal, tenaga kesehatan dan non tenaga kesehatan," jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona covid-19
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top