Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Puan Matikan Mikrofon Penyebab Fraksi Demokrat Walk Out? Ini Penjelasan Sekjen DPR

Aksi Puan pada Senin (5/10/2020) yang diduga mematikan mikrofon saat politikus Partai Demokrat, Irwan atau Irwan Fecho, sedang interupsi tertangkap kamera salah satu stasiun televisi dan menjadi viral.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 06 Oktober 2020  |  13:39 WIB
Ketua DPR RI Puan Maharani/Antara - HO
Ketua DPR RI Puan Maharani/Antara - HO

Bisnis.com, JAKARTA - Ketua DPR Puan Maharani diduga mematikan mikrofon saat politikus Partai Demokrat melakukan interupsi saat pembahasan tingkat II RUU Cipta Kerja di DPR, kemarin.

Dugaan tersebut viral dan menjadi sorotan, termasuk di media sosial.

Tempo.co menuliskan aksi Puan pada Senin (5/10/2020) yang diduga mematikan mikrofon saat politikus Partai Demokrat, Irwan atau Irwan Fecho, sedang interupsi tertangkap kamera salah satu stasiun televisi dan menjadi viral.

Nama Puan pun menjadi trending topic di Twitter bersamaan dengan tagar #DPRPenghianat.

Video tersebut menampilkan Puan dan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin sempat berdiskusi singkat saat politikus Demokrat bicara.

"Menghilangkan hak-hak rakyat kecil. Kalau mau dihargai tolong ha.." belum sempat Irwan menyelesaikan kalimatnya saat Puan mematikan mikrofon.

Saat itu, tangan Puan terlihat bergerak dan seakan menekan suatu tombol. Di saat bersamaan, suara Irwan hilang.

Aksi Puan ini mendapat kritik dari petinggi Partai Demokrat, Andi Arief.

"Anggota Fraksi Demokrat sedang bicara, tiba-tiba mic dimatikan. Dulu kau menangis saja kami berikan tampungannya dalam wajan-wajan penghormatan. Puan Marahani," cuitnya, Selasa, 6 Oktober 2020.

Dalam sidang paripurna kemarin, anggota Fraksi Partai Demokrat memang beberapa kali melontarkan interupsi. Mulai dari Benny Kabur Harman, Didi Irawadi Syamsuddin, hingga Irwan. Azis selaku pimpinan sidang pun memberikan kesempatan mereka bicara.

Interupsi Demokrat bermula saat Benny meminta agar pimpinan sidang mengizinkan fraksinya menyampaikan pandangan soal RUU Cipta Kerja.

Sidang sempat memanas saat Benny dan Azis saling adu argumen. Puncaknya seluruh anggota fraksi Partai Demokrat melakukan aksi walk out.

"Pimpinan, kalau tidak dikasih kesempatan kami memilih walk out pimpinan," kata anggota Fraksi Demokrat Benny Kabur Harman saat rapat paripurna lalu.

Sebelumnya, Azis Syamsuddin yang memimpin sidang merasa sudah cukup memberikan kesempatan bicara kepada Demokrat.

Azis beberapa kali mematikan mikrofon anggota Demokrat yang tengah berbicara. Ia juga mengancam akan meminta Benny Harman dikeluarkan dari ruang sidang lantaran terus berbicara sambil berdiri dari kursinya.

Partai Demokrat tidak setuju jika RUU Cipta Kerja disahkan. Mereka satu sikap dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Namun keduanya tetap mengikuti proses pembahasan sejak awal di Badan Legislasi DPR RI.

Penjelasan Sekjen DPR

Sekretaris Jenderal DPR Indra Iskandar membenarkan tindakan pimpinan DPR yang mematikan mikrofon anggota Fraksi Partai Demokrat saat sidang paripurna pengesahan RUU Cipta Kerja.

Ia berujar pimpinan sidang hanya menjalankan tugas untuk menjaga ketertiban peserta rapat saat menyampaikan pendapat.

“Semua diberikan waktu untuk berbicara, bergantian. Jika sampai dimatikan mikrofonnya, itu hanya untuk menertibkan lalu lintas interupsi, pimpinan punya hak mengatur jalannya rapat,” kata Indra saat dihubungi Tempo lewat pesan singkat, Selasa, 6 Oktober 2020.

Indra menjelaskan sidang paripurna kemarin dipimpin Wakil Ketua DPR RI Aziz Syamsuddin. Aziz sempat beradu pendapat dengan anggota Fraksi Partai Demokrat Benny Kabur Harman.

Benny merasa tidak diberikan hak berbicara, sementara Aziz menyampaikan bahwa Fraksi Partai Demokrat sudah diberi tiga kali kesempatan berbicara dalam rapat paripurna itu, yakni kepada Sekretaris Fraksi Partai Demokrat Marwan Cik Hasan yang membacakan pandangan akhir tentang RUU Cipta Kerja, serta Irwan Fecho dan Didi Irawadi Syamsuddin yang mengajukan interupsi sebelum RUU tersebut disahkan.

“Jadi mohon maaf, kami harus sama-sama memahami bahwa yang ingin berbicara bukan hanya Partai Demokrat, karena fraksi lain juga ingin menyampaikan pendapatnya," kata Indra.

Atas dasar itu, Indra mengatakan pimpinan rapat bukan menghalangi Fraksi Demokrat berbicara. "Tapi ingin memberi kesempatan fraksi lain untuk menyampaikan pendapatnya,” ujarnya.

Selain itu, Indra menjelaskan jika mikrofon sudah diatur otomatis mati setelah lima menit digunakan. Hal itu dilakukan agar masing-masing anggota memiliki waktu bicara yang sama dan supaya rapat berjalan efektif serta terukur dari sisi waktu dan substansi.

“Supaya tidak ada tabrakan audio yang membuat hang, maka perlu diatur lalu lintas pembicaraan,” kata Indra.

Ketua DPR RI Puan Maharani menjadi sorotan saat rapat paripurna pengesahan RUU Cipta Kerja kemarin.

Aksinya yang diduga mematikan mikrofon saat politikus Partai Demokrat, Irwan atau Irwan Fecho, sedang interupsi tertangkap kamera salah satu stasiun televisi dan menjadi viral.

Nama Puan pun menjadi trending topic di Twitter bersamaan dengan tagr #DPRPenghianat. 1

Video tersebut menampilkan Puan dan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin sempat berdiskusi singkat sebelum mikrofon mati.

"Menghilangkan hak-hak rakyat kecil. Kalau mau dihargai tolong ha.." belum sempat Irwan menyelesaikan kalimatnya saat Puan mematikan mikrofon.

Saat itu, tangan Puan Maharani terlihat bergerak dan seakan menekan suatu tombol. Di saat bersamaan, suara Irwan hilang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

puan maharani cipta kerja

Sumber : Tempo.co

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top