Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kamboja Robohkan Bangunan Pangkalan Laut AS, Ini Reaksi Pentagon

Pemerintah Kamboja membantah China terlibat dalam pembangunan kembali pangkalan angkatan laut Kamboja yang lokasi barunya di Koh Preap dekat Pelabuhan Sihanoukville.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 05 Oktober 2020  |  06:19 WIB
Ilustrasi: Kompleks Pentagon di Washington, AS, tampak dari atas pesawat Air Force One, 29 Maret 2018. - REUTERS/Yuri Gripas / RC125AF3E6D0
Ilustrasi: Kompleks Pentagon di Washington, AS, tampak dari atas pesawat Air Force One, 29 Maret 2018. - REUTERS/Yuri Gripas / RC125AF3E6D0

Bisnis.com, JAKARTA — Kamboja merobohkan bangunan pangkalan angkatan laut terbesarnya yang dibangun Amerika Serikat dan segera merelokasinya ke tempat yang lebih jauh.

Menurut Pemerintah Kamboja, Minggu (4/10/2020), bangunan yang berfungsi sebagai markas besar taktis Angkatan Laut Kamboja sepanjang 30 meter berlokasi di Ream akan diperluas dan direnovasi.

Pemerintah Kamboja membantah China terlibat dalam pembangunan kembali pangkalan angkatan laut Kamboja yang lokasi barunya di Koh Preap dekat Pelabuhan Sihanoukville.

"Kamboja menghancurkan fasilitas Pangkalan Angkatan Laut Ream yang dibangun Amerika Serikat, karena bangunan ini perlu renovasi," kata kantor Perdana Menteri Hun Sen melalui Twitter, seperti dikutip dari Reuters.

Pentagon menyatakan prihatin atas laporan penghancuran bangunan markas besar taktis angkatan laut Kamboja di Ream. Pentagon telah meminta penjelasan dari Pemerintah Kamboja. Pentagon merupakan markas besar Departemen Pertahanan AS.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Kamboja Chhum Socheat mengatakan bahwa penghancuran bangunan untuk ekspansi pangkalan angkatan laut Kamboja di Ream karena banyak kapal akan berlabuh.

Nikkei Asia sebelumnya mengutip pernyataan seorang pejabat senior angkatan laut Kamboja bahwa China membantu perluasan pangkalan angkatan laut di Ream, tetapi Socheat menepisnya.

Pentagon tahun lalu meminta supaya Kamboja menjelaskan alasan menolak tawaran untuk memperbaiki pangkalan laut Kamboja. Keputusan ini memunculkan spekulasi tentang kemungkinan militer China akan ditempatkan di sana.

Kamboja merupakan salah satu negara sekutu terdekat China di Asia Tenggara dan menerima miliaran dollar Amerika Serikat begitu juga memberi dukungan politik kepada Hun Sen menghadapi kritikan negara-negara Barat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pentagon

Sumber : Tempo.co

Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top