Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jepang Bakal Longgarkan Pembatasan Jalur Internasional

Jepang menjajaki pelonggaran akses masuk itu termasuk bagi warga lokal dan pelajar yang datang dari luar negeri.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 04 Oktober 2020  |  15:42 WIB
Jepang Bakal Longgarkan Pembatasan Jalur Internasional
Ilustrasi - Pesawat Japan Airlines tengah parkir di Bandara Haneda, Jepang. - Bloomberg
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah Jepang mengatakan akan mulai melakukan pembukaan pada perbatasan-perbatasannya setelah beberapa bulan memblokir jalur masuk internasional, termasuk bagi warga lokal dan pelajar yang datang dari luar negeri.

Mengutip NHK World Japan, Minggu (4/10/2020), sejak 1 Oktober, orang dengan izin tinggal jangka menengah atau jangka panjang, seperti petugas profesional medis dan pendidikan, pebisnis, dan pelajar sudah boleh kembali masuk ke Jepang.

Namun mereka hanya boleh masuk jika penjaminnya, seperti tempat mereka bekerja atau sekolah, memastikan bahwa mereka akan menyediakan fasilitas karantina selama dua pekan setelah mereka sampai di Jepang.

Selama masa karantina tersebut, orang-orang yang diperbolehkan kembali masuk Jepang harus tinggal di hotel atau akomodasi lainnya dan tidak diperkenankan menggunakan kendaraan umum. Adapun, petugas kesehatan lokal akan melakukan pemeriksaan kesehatan kepada para pendatang setiap hari selama karantina.

Profesor dari International University of Health and Welfare Wada Koji mengatakan bahwa aturan tersebut tidak akan memberikan risiko besar jika pada pendatang benar-benar melakukan karantina mandiri selama dua pekan dan bisa mengunjungi dokter apabila mereka merasa sakit atau bergejala.

Selain itu, sejumlah layanan baru juga diluncurkan untuk membantu para pendatang melakukan karantina selama dua pekan. MyNavi Corporation di Tokyo misalnya, memastikan aturan karantina dua pekan tersebut dipatuhi dan diawasi secara ketat.

Pada stafnya akan membawa pendatang ke akomodasi yang sudah dipilih menggunakan mobil yang sudah disewakan. Para pendatang juga akan diberikan ruang pribadi yang dilengkapi dengan peralatan elektronik seperti mesin cuci dan kulkas.

Perusahaan lainnya, Toppan Travel Service, menawarkan pendatang untuk dikunjungi oleh staf setiap hari dan diwawancarai menggunakan bahasa ibunya selama melakukan karantina. Operator akan mengawasi lokasi dan informasi pendatang melalui gawainya dan memastikan mereka tetap berada di dalam ruangan.

Sekolah Bahasa SAMU di Shinjuku, Tokyo, juga diperkirakan bakal menerima 190 siswa untuk tahun ajaran baru. Namun 180 di antaranya tidak bisa datang ke Jepang.

Akhirnya, sekolah tersebut bersedia menyediakan fasilitas untuk para siswa yang datang dari luar negeri untuk melakukan isolasi mandiri selama dua pekan. Otoritas sekolah juga akan bekerja sama dengan sejumlah hotel untuk isolasi para siswa yang datang, namun kemungkinan akan menelan biaya yang cukup besar.

Menyiasati kondisi ini, para guru melakukan pembelajaran secara daring. Namun, hal itu sangat disayangkan bagi para pelajar yang berupaya untuk bisa belajar langsung di Negeri Sakura.

Salah satu pelajar dari Vietnam misalnya harus membayar US$5.000 hanya untuk belajar daring di Jepang. Padahal, dia mengharapkan bisa hadir langsung di kelas.

Sato Yuriko, Profesor di Tokyo Institute of Technology, mengatakan bahwa pemerintah harus menawarkan bantuan jangka panjang kepada 350.000 pelajar asing yang belajar di Jepang.

“Saya mengharapkan pemerintah mau memantu para pelajar asing dan sekolah bahasa Jepang karena peran mereka sangat penting bagi Jepang untuk jangka panjang,” ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jepang covid-19
Editor : Oktaviano DB Hana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top