Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ada Libur 2 Pekan Masa, Korea Selatan Perketat Pembatasan Sosial

Musim Libur di Korea Selatan berlangsung dua pekan yakni mulai 28 September hingga 11 Oktober 2020, termasuk untuk liburan musim gugur Chuseok.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 25 September 2020  |  18:53 WIB
Para karyawan dari sebuah perusahaan layanan desinfeksi membersihkan stasiun subway di tengah ketakutan Virus Corona di Seoul, Korea Selatan, Rabu (11/3/2020). - Antara
Para karyawan dari sebuah perusahaan layanan desinfeksi membersihkan stasiun subway di tengah ketakutan Virus Corona di Seoul, Korea Selatan, Rabu (11/3/2020). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Korea Selatan bakal memperketat aturan pembatasan sosial selama periode liburan guna mencegah penyebaran virus Corona atau Covid-19.

Hal itu dilakukan pemerintah Korsel untuk dua pekan masa liburan yakni mulai 28 September hingga 11 Oktober 2020. Periode itu termasuk untuk liburan musim gugur Chuseok, yang dirayakan pada 1 Oktober dan menjadi hari libur nasional pada 28 September hingga 2 Oktober.

Pada periode itu, masyarakat Korsel biasanya berkumpul bersama keluarga. Hal itu pun dinilai rawan memunculkan klaster penularan baru.

Ada pula liburan Hari Hangeul, yakni peringatan penciptaan karakter Hangeul oleh Raja Sejong, yang diperingati pada 9 Oktober.

Pembatasan tersebut akan diterapkan pada sedikitnya 11 fasilitas dengan risiko tinggi di area Ibu Kota Seoul yang padat penduduk, termasuk di kelab malam dan bar.

Langkah tersebut  menambah aturan ketat dalam pembatasan sosial fase II yang berlaku saat ini, dengan pembatasan perkumpulan di dalam ruangan hanya untuk maksimal 50 orang dan di luar ruangan hingga 100 orang, serta larangan kehadiran penonton pada pertandingan olahraga.

Korea Selatan, negara ekonomi terbesar ke-4 di Asia, sempat berhasil menurunkan angka kasus Covid-19 tanpa karantina wilayah secara total awal tahun ini, namun gelombang kedua wabah itu muncul pada Agustus dari klaster jemaat gereja dan aksi protes.

Penambahan kasus harian terjadi pada akhir Agustus dengan angka lebih dari 440 kasus, dan terus menurun sejak saat itu. Namun, pihak berwenang mengatakan mereka khawatir musim liburan dapat memunculkan lonjakan kasus lagi.

"Kita tengah berada di persimpangan penting yang akan mampu mengembalikan kita ke kebijakan pembatasan sosial fase I atau mengalami gelombang wabah Covid-19 lainnya," ujar Menteri Kesehatan Park Neung-hoo.

Park mengimbau masyarakat untuk melakukan "kunjungan" secara virtual selama musim liburan ini dan mempekerjakan orang untuk melakukan bersih-bersih makam leluhur--salah satu tradisi utama dalam Chuseok.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea Selatan mengonfirmasi sebanyak 114 kasus baru Covid-19 di negara itu per Kamis (24/9/2020) tengah malam. Dengan begitu, totalnya menjadi 23.455 kasus dengan 395 kematian.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

korea selatan Virus Corona covid-19

Sumber : Antara/Reuters

Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top