Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pemerintah Rusia Akan Hentikan Stimulus, Pemulihan Ekonomi Terancam

Langkah-langkah stimulus yang diperkenalkan selama lockdown dan telah berlangsung dua bulan diperkirakan berakhir sebelum akhir tahun.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 24 September 2020  |  14:26 WIB
Wakil Menteri Ekonomi Rusia Polina Kruchkova - Bloomberg
Wakil Menteri Ekonomi Rusia Polina Kruchkova - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA -  Wakil menteri ekonomi Rusia khawatir bahwa pemulihan ekonomi yang didorong oleh belanja konsumen akan goyah karena pemerintah bersiap untuk menghentikan stimulus.

“Membatasi dukungan negara adalah salah satu tantangan terbesar dan paling serius bagi pemerintah dan anggaran saat ini," kata Menteri Polina Kruchkova dalam sebuah wawancara di Moskow, seperti dikutip Bloomberg.

Presiden Vladimir Putin berterima kasih kepada konsumen Rusia karena telah mendorong ekonomi negara menjauhi ambang resesi. Permintaan konsumen membantu memacu pemulihan yang lebih cepat dari perkiraan selama musim panas, yang sebagian besar karena penutupan perbatasan membuat warga menghabiskan uang di rumah.

Tetapi langkah-langkah stimulus yang diperkenalkan selama lockdown dan telah berlangsung dua bulan diperkirakan berakhir sebelum akhir tahun. Penghentian ini berpotensi menekan daya beli.

Kementerian Ekonomi merevisi proyeksi kontraksi tahun ini menjadi 3,9 persen dari 4,8 persen setelah data menunjukkan adanya lonjakan aktivitas ekonomi sejak lockdown dicabut bulan pada Mei.

Pelonggara ini membantu sektor jasa dan UMKM, sektor yang paling terpukul oleh lockdown global, memainkan peran yang relatif penting dalam total output Rusia.

Penurunan Moderat

Kruchkova mengatakan stimulus fiskal di Rusia lebih kecil jika dibandingkan negara lain, hanya kurang dari 4 persen dari produk domestik bruto (PDB). Tetapi dukungan tersebut masih berperan dalam mengerakan roda perekonomian.

Banyak kebijakan, termasuk penundaan pembayaran pajak dan subsidi perumahan, akan berakhir sebelum akhir tahun dan pemerintah sudah berencana untuk mengurangi pengeluaran dan menaikkan pajak pada 2021.

Bank sentral pekan lalu memperingatkan bahwa pemulihan bisa melambat karena penghentian stimulus tersebut. Adapun penelitian oleh Bloomberg Economics menunjukkan bahwa permintaan meningkat terhadap batas atas yang rendah, dengan aktivitas konsumen masih belum sepenuhnya pulih.

Jalur pemulihan ekonomi juga dikaburkan oleh potensi gelombang kedua virus corona setelah angka infeksi baru harian kembali meningkat awal bulan ini. Namun, Kremlin sejauh ini mengatakan penguncian nasional belum diperlukan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rusia stimulus
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top