Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Induk Premier Inn, Whitbread, Pangkas 6.000 Kayawannya

Regulasi terbaru di Inggris yang menetapkan jam malam sehingga memaksa restoran harus menutup operasinya pada pukul 22.00 menekan operasional perusahaan.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 23 September 2020  |  10:24 WIB
Penumpang kereta bawah tanah di London mengenakan masker untuk menghindari penularan virus corona Covid-19. - Bloomberg
Penumpang kereta bawah tanah di London mengenakan masker untuk menghindari penularan virus corona Covid-19. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Whitbread, induk perusahaan yang memiliki jaringan hotel Premier Inn dan Beefeater mengumumkan rencananya untuk memangkas 6.000 karyawannya.

Penurunan wisatawan dan kunjungan di restoran dianggap menjadi pemicu utama alasan pemangkasan karyawan itu.

Perusahaan menyatakan jumlah tamu yang menginap telah berkurang hingga setengah dan kunjungan tamu yang makan di restoran anjlok lebih dari sepertiga.

Regulasi terbaru di Inggris yang menetapkan jam malam sehingga memaksa restoran harus menutup operasinya pada pukul 22.00 juga menekan operasional perusahaan.

Whitbread memperkirakan jumlah kunjungan hotel maupun restoran bakal tetap di bawah rata-rata sampai 2021 atau bahkan 2022.

Bos Whitbread Alison Brittain sebelumnya mengemukakan berusaha sekuat tenaga untuk menghindari pemangkasan karyawan.

“Dengan permintaan pada bisnis pariwisata yang masih lemah, kami harus memutuskan keputusan yang sangat sulit. Kami sangat menyesal harus mengumumkan rencana untuk memangkas karyawan hingga 6.000 orang di seluruh Inggris,” katanya, dilansir BBC.com, Rabu (23/9/2020).

Sekitar tiga perempat dari 35.000 total karyawan Whitbread masih dibayar melalui skema pengangguran dari pemerintah.

Skema pengangguran yang dinamakan Coronavirus Job Retention Scheme (CJRS) pertama kali diluncurkan pada Maret 2020. Melalui skema itu, pemerintah membayarkan gaji hingga 80 persen dari total gaji para pekerja yang harus menganggur, maksimal £2.500 per bulan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

inggris phk

Sumber : BBC.com

Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top