Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jokowi: Perpecahan dan Rivalitas Semakin Menajam di Tengah Pandemi

Presiden Jokowi mengatakan dampak pandemi saat ini luar biasa, baik dari sisi kesehatan maupun sosial ekonomi.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 23 September 2020  |  10:27 WIB
Presiden Joko Widodo tampil perdana menyampaikan pernyataan dalam Sidang Umum PBB ke-75 yang dilakukan secara virtual dan tatap muka, Rabu (23/9 - 2020) / Kementerian Luar Negeri
Presiden Joko Widodo tampil perdana menyampaikan pernyataan dalam Sidang Umum PBB ke-75 yang dilakukan secara virtual dan tatap muka, Rabu (23/9 - 2020) / Kementerian Luar Negeri

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa perpecahan dan rivalitas antarnegara semakin menajam di tengah pandemi Covid-19. Padahal dalam kondisi saat ini, kolaborasi dan kerja sama sangat dibutuhkan.

“Padahal kita seharusnya bersatu padu, selalu menggunakan pendekatan win-win, pola hubungan antarnegara yang saling menguntungkan,” kata Presiden saat memberikan pernyataan dalam Sidang Majelis Umum PBB ke-75 secara virtual, Rabu (23/9/2020).

Jokowi mengatakan dampak pandemi saat ini luar biasa, baik dari sisi kesehatan maupun sosial ekonomi. Seluruh negara pun tahun bahwa virus Corona tidak mengenal batas negara.

“No one is safe until everyone is,” ucap Jokowi.

Dengan demikian, dia khawatir perpecahan dan rivalitas justru membawa dunia kepada kehancuran.

“Saya khawatir pijakan bagi stabilitas dan perdamaian yang lestari akan goyah atau bahkan akan sirna. Dunia yang damai, stabil dan sejahtera semakin sulit diwujudkan,” jelas Jokowi. 

Kepala Negara juga mengingatkan kembali alasan pembentukan PBB. Pada 75 tahun lalu, negara pendiri sepakat mendirikan perserikatan agar Perang Dunia II tidak terulang kembali, sehingga dunia damai, stabil, dan sejahtera.

"PBB bukanlah sekadar sebuah gedung di kota New York, tapi sebuah cita-cita dan komitmen bersama seluruh bangsa untuk mencapai perdamaian dunia dan kesejahteraan bagi generasi penerus," ujarnya.

Oleh karena itu, dia menuntut peran PBB untuk memperkuat kepemimpinan global yang kolektif. Kolaborasi yang saling menguntungkan dan tanpa meninggalkan satu negara pun di belakang akan mewujudkan dunia yang lebih baik.

“Kita paham bahwa dalam hubungan antar negara, dalam hubungan internasional, setiap negara selalu memperjuangkan kepentingan nasionalnya. Namun jangan lupa, kita semua memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi menjadi bagian dari solusi bagi perdamaian, stabilitas, dan kesejahteraan dunia,” kata Presiden.

Dia berharap seluruh negara di dunia memiliki komitmen yang sama, yakni memberikan akses vaksin yang setara kepada siapaun yang membutuhkan.

“Kita harus bekerja sama untuk memastikan, bahwa semua negara mendapatkan akses setara terhadap vaksin yang aman dan dengan harga terjangkau,” kata Jokowi.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi pbb covid-19
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top