Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ekonomi Thailand Berpotensi Masih Terkontraksi Tahun Depan

Jika Thailand tetap tertutup untuk turis asing sampai vaksin tersedia secara luas, ekonomi terbesar kedua di Asia Tenggara itu akan kehilangan rebound pertumbuhan global.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 15 September 2020  |  18:29 WIB
Bangkok, Thailand. - Brent Lewin/Bloomberg
Bangkok, Thailand. - Brent Lewin/Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Ekonomi Thailand berpotensi mengalami kontraksi untuk tahun kedua berturut-turut pada 2021. Direktur Senior Bank of Thailand Don Nakornthab mengatakan kemungkinan itu dapat terjadi jika pemerintah masih cenderung hati-hati dalam membuka industri pariwisata yang menjadi penopang ekonomi Negeri Gajah Putih.

Don melanjutkan, jika Thailand tetap tertutup untuk turis asing sampai vaksin tersedia secara luas, ekonomi terbesar kedua di Asia Tenggara itu akan kehilangan rebound pertumbuhan global. Sementara itu, jika pembatasan bertahan hingga tahun depan, kedatangan turis mungkin hanya mencapai 3-4 juta, jauh dari target pemerintah sebesar 12 juta.

Rencana Perdana Menteri Prayuth Chan-Ocha untuk secara bertahap menyambut turis asing menemui hambatan setelah negara itu awal bulan ini melaporkan kasus pertama penularan virus lokal dalam 100 hari terakhir. Beberapa kelompok menentang pemberian izin khusus bagi pengunjung asing ke Pulau Phuket. Pandemi telah menghancurkan pariwisata Thailand dengan pendapatan lebih dari US$60 miliar dari sekitar 40 juta pengunjung pada 2019.

"Orang-orang harus memahami bahwa hampir tidak mungkin tidak ada kasus lokal baru selamanya, dan biaya ekonomi yang harus dibayar negara untuk kasus ini sangat tinggi," tulis Don dalam laporannya dilansir Bloomberg, Selasa (15/9/2020).

Pembukaan wisata bagi orang asing, lanjutnya, harus dilakukan dengan hati-hati, bertahap dan sesuai dengan situasi pandemi eksternal. Namun demikian, pandangan Don bersifat pribadi dan belum tentu sejalan dengan pendapat Bank of Thailand.

Sementara itu, hari ini kabinet menyetujui visa khusus tinggal lama untuk turis asing dengan karantina wajib selama 14 hari. Juru bicara pemerintah Traisuree Taisaranakul mengatakan pihaknya mengharapkan sekitar 1.200 pengunjung memanfaatkan sendiri visa ini setiap bulan, sehingga akan menghasilkan pendapatan sekitar 1,2 miliar baht (US$38,5 juta) per bulan.

Perekonomian Thailand berada di jalur kontraksi terburuk yang pernah tercatat tahun ini. Kementerian Keuangan memperkirakan penurunan 8,5 persen karena pariwisata dan perdagangan tetap tertekan. Bank of Thailand memperkirakan pertumbuhan 5 persen pada 2021, berdasarkan 16 juta kedatangan turis asing, tetapi Don menilai itu terlalu optimistis.

"Jika Thailand tidak dapat membuka negaranya untuk turis asing sampai ada vaksin yang tersedia secara luas, ekonomi tahun depan mungkin menghadapi fenomena tidak pulih bahkan ketika ekonomi global meningkat," tulis Don.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pertumbuhan Ekonomi thailand resesi ekonomi covid-19 pandemi corona
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top