Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ridwan Kamil dan Sindiran Tekor Rp300 Triliun ke Anies Baswedan

Ridwan Kamil menyampaikan bahwa pernyataan Anies Baswedan mengenai keterbatasan fasilitas kesehatan dan pelaksanaan PSBB total direspons negatif oleh pasar. Bahkan, atas pernyataan itu membuat pelaku pasar modal tekor Rp300 triliun.
Hendri Tri Widi Asworo
Hendri Tri Widi Asworo - Bisnis.com 13 September 2020  |  13:32 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anis Baswedan (kanan) berbincang dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (tengah), saat mengikuti rapat kerja nasional (rakernas) Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI), di Padang, Sumatra Barat, Kamis (21/2/2019). - ANTARA/Iggoy el Fitra
Gubernur DKI Jakarta Anis Baswedan (kanan) berbincang dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (tengah), saat mengikuti rapat kerja nasional (rakernas) Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI), di Padang, Sumatra Barat, Kamis (21/2/2019). - ANTARA/Iggoy el Fitra

Bisnis.com, JAKARTA – Seusai rapat koordinasi dengan para kepala daerah se Jabodetabek, Kamis (10/9/2020), Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyindir pernyataan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait perlaksanaan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) total.

Ridwan Kamil menyampaikan bahwa pernyataan Anies Baswedan mengenai keterbatasan fasilitas kesehatan dan pelaksanaan PSBB total direspons negatif oleh pasar. Bahkan, orang nomor satu di Jabar itu menyebutkan, karena pernyataan itu membuat pelaku pasar modal tekor Rp300 triliun.

"Kalau pengumuman [PSBB total] ini lebih direspons oleh pasar saham yang memang terjadi koreksi cukup dalam. Hampir Rp300 triliun [dana] lari gara-gara statement [pernyataan]," kata Ridwan Kamil di DPRD Jawa Barat, Bandung, Jumat (11/9/2020).

Dengan peristiwa tersebut, Ridwan Kamil mengutarakan bahwa pernyataan seperti itu menjadi hikmah bagi kepala daerah lain. Menurutnya, penanganan pandemi sekaligus pemulihan ekonomi, kebijakan pemimpin dan kepala daerah akan memiliki implikasi yang serius.

“Itu juga menjadi hikmah kepada kita memang dalam statement Covid-19 ini ditunggu oleh siapapun baik oleh masyarakat, pelaku ekonomi, sehingga menjadi sebuah kehati-hatian bagi kita agar setiap pernyataan ini dihitung secara baik. Kalau pun itu berita buruk dipersiapkan sebuah proses sehingga tidak akan terjadi,” terangnya.

Pada rapat koordinasi itu, Ridwan Kamil menyarankan Gubernur DKI berkonsultasi dengan pemerintah pusat terlebih dulu sebelum memberlakukan PSBB total.

Apabila ada keterbatasan fasilitas kesehatan, pihaknya menawarkan rumah sakit yang berada di daerah Bogor, Depok, dan Bekasi (Bodebek) untuk membantu DKI mengurangi lonjakan pasien. Kapasitas rumah sakit di Jawa Barat sendiri saat ini baru terisi 40 persen.

“Kemarin saya tawarkan ke Pak Anies kalau di Jakarta kewalahan kami di Jabar yang kapasitasnya masih 40 persenan, menawarkan diri untuk menampung pasien Jakarta karena kalau sudah begini tidak ada batas-batas wilayah politik administratif. Kita punya semangat kemanusiaan yang sama,” ujarnya.

Gubernur DKI Anies Baswedan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Gubernur Jabar Ridwan Kamil - Istimewa

Gubernur DKI Anies Baswedan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Gubernur Jabar Ridwan Kamil - Istimewa

Pernyataan Ridwan Kamil itu membuat riuh publik. Terutama terkait dengan komentar bahwa pernyataan Anies Baswedan telah membuat pasar tekor Rp300 triliun. Angka Rp300 T pun menjadi pembahasan terpopuler di media sosial Twitter.

Warganet pun meminta penjelasan dari Ridwan Kamil bagaimana pernyataan Anies Baswedan membuat pelaku pasar modal rugi Rp300 triliun. Salah satunya datang dari Satria Jawa dengan akun @yono_1977

“Pa Gub, mohon Penjelasan Soal Hilangnya 300 T  ( seperti yg anda ungkapan ) di Bursa akibat Rencana PSBB Jakarta. Anda dapat Bisikan dari mana.?? Siapa ahli Ekonomi yg kasih input ke Pa @ridwankamil .?? Apa sedangkal ini pengetahuan Pa Gub soal Ekonomi, .??”

Mendapat pertanyaan itu, Ridwan Kamil pun merespons pertanyaan tersebut. Menurutnya, soal pelaku pasar rugi Rp300 triliun diperoleh dari statemen Menteri Keuangan yang disampaikan dalam rapat koordinasi.

Dalam cuitan tersebut, Ridwan Kamil juga meluruskan bahwa pada rapat koordinasi Sabtu (13/9/2020) tidak terjadi silang pendapat dan tidak ada kubu antara kepentingan ekonomi dan kesehatan.

“Baru selesai rakor para menteri dgn Gub DKI, Jabar, Banten terkait Teknis PSBB DKI & stategi Jabodetabek. Tidak ada persilangan pendapat. Tidak ada kubu ekonomi vs kesehatan. Semuanya saling melengkapi dan menguatkan. Resminya diumumkan besok detailnya ol Satgas Pusat &  Gub DKI.”

HEBOH RUANG PUBLIK

Cuitan Ridwan Kamil ini merespons riuh di ruang publik sehari setelah Anies Baswedan mengumumkan rencana PSBB total di DKI Jakarta pada 14 September 2020.

Sejumlah menteri kabinet Presiden Joko Widodo menyerang Anies Baswedan. Serangan datang dari Menteri Koodinator Bidang Ekonomi Airlangga Hartarto, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Wakil Menteri Keuangan Suahasil, dan Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar.

Mereka memprotes rencana Anies Baswedan yang telah membuat bursa rontok, dan mengancam pertumbuhan ekonomi semakin terpuruk. Mereka juga membantah pernyataan bahwa fasilitas kesehatan terbatas.

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (tengah) berjabat tangan dengan Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita (kanan) disaksikan Sekjen Partai Golkar Lodewijk Freidrich Paulus (kiri) sebelum memberikan konferensi pers terkait mundurnya Idrus Marham sebagai Menteri Sosial dan kader Partai Golkar, di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Kamis (24/8).  - Antara

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang juga Ketua Umum Golkar (tengah) berjabat tangan dengan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita yang juga kader Golkar (kanan) disaksikan Sekjen Partai Golkar Lodewijk Freidrich Paulus (kiri) di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Kamis (24/8). - Antara

Tidak hanya dari para menteri, ‘seragan’ juga datang dari kepala daerah penyangga Jabodetabek. Seperti dari Wali Kota Bogor Bima Arya, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, dan Ridwan Kamil. Bahkan Bupati Kabupaten Tangerang Ahmed Zaki Iskandar ikut mengkritik rencana PSBB total meskipun daerahnya masih menerapkan kebijakan serupa.

Namun, dari hasil rapat koordinasi Sabtu (13/9/2020), tensi kritikan kepada Anies Baswedan mulai mereda seperti disampaikan oleh Ridwan Kamil bahwa silang pendapat sudah tidak ada.

Akan tetapi, kritik terhadap pernyataan Ridwan Kamil soal pasar modal tekor Rp300 triliun karena rencana PSBB DKI Jakarta masih menggema di dunia maya. Hingga siang ini mencapai 13.400 cuitan.

Berikut ini cuitan para netizen tersebut:

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

anies baswedan ridwan kamil Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
Editor : Hendri Tri Widi Asworo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top