Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

China dan India Sepakat Jaga Perdamaian di Perbatasan

Kedua Menteri sepakat bahwa kedua belah pihak harus mengambil arahan dari rangkaian konsensus para pemimpin tentang pengembangan hubungan India-China, termasuk tidak membiarkan perbedaan menjadi perselisihan.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 11 September 2020  |  19:14 WIB
Perbatasan India-China - beforeitsnews.com
Perbatasan India-China - beforeitsnews.com

Bisnis.com, JAKARTA - China dan India akhirnya menyetujui kesepakatan untuk saling menjaga perdamaian tentara di antara kedua belah pihak menyusul adanya konflik di perbatasan. 

Berdasarkan keterangan tertulis Kementerian Luar Negeri India, Menteri Urusan Luar Negeri India Subrahmanyam Jaishankar bertemu dengan Menteri Luar Negeri China Wang Yi pada Kamis (10/9/2020) di Moscow dalam pertemuan Shanghai Cooperation Organisation (SCO).

Dalam keterangan tersebut disampaikan bahwa kedua negara telah melakukan diskusi yang jujur dan membangun seiring dengan ketegangan hubungan di perbatasan. Kedua Menteri sepakat bahwa kedua belah pihak harus mengambil arahan dari rangkaian konsensus para pemimpin tentang pengembangan hubungan India-China, termasuk tidak membiarkan perbedaan menjadi perselisihan.

“Mereka setuju bahwa pasukan perbatasan dari kedua belah pihak harus melanjutkan dialog mereka, segera melepaskan diri, menjaga jarak yang tepat dan meredakan ketegangan,” tulisnya.

Untuk itu, keduanya harus berupaya menjaga perdamaian dan ketenangan di perbatasan dan menghindari setiap tindakan yang berpotensi mengeskalasi permasalahan.

Dikutip dari South China Morning Post, dalam sebuah pernyataan oleh Kementerian Luar Negeri China mengungkapkan Menlu China Wang Yi mengatakan wajar jika China dan India sebagai negara besar memiliki beberapa perbedaan.

"Namun, untuk menempatkan perbedaan pada tempat yang tepat dalam hubungan bilateral, kuncinya adalah berupaya agar konsensus yang dicapai oleh para pemimpin kedua negara yang mengatakan China dan India bukanlah kompetitor, tetapi mitra kerja sama,” ujarnya.

Namun, Wang juga mengungkapkan permintaannya kepada India agar menghentikan tindakan provokatif melepaskan tembakan dan memindahkan pasukan di perbatasan.

Dalam kesepakatan tersebut, kedua belah pihak sepakat melanjutkan dialog dan komunikasi melalui mekanisme perwakilan khusus. Untuk itu, Working Mechanism for Consultation and Coordination atau WMCC (Mekanisme Kerja Konsultasi dan Koordinasi soal perbatasan India - China) perlu melanjutkan pertemuannya.

Hubungan kedua negara semakin memanas akibat adanya serangan oleh tentara China pada Juni lalu di Ladakh yang menewaskan 20 tentara India.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china india
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top