Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Eropa di Bawah Ancaman Gelombang Kedua Pandemi Covid-19

Negara-negara di seluruh benua itu telah melonggarkan penguncian dan melakukan pembukaan kembali restoran, toko ritel, dan kantor dalam upaya untuk memulai kehidupan perekonomian.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 04 September 2020  |  08:52 WIB
Perdana menteri di Belgia mendapatkan sambutan yang dingin dari tenaga medis, atas ketidakseriusan pemerintah dalam menangani virus Corona di negara tersebut.
Perdana menteri di Belgia mendapatkan sambutan yang dingin dari tenaga medis, atas ketidakseriusan pemerintah dalam menangani virus Corona di negara tersebut.

Bisnis.com, JAKARTA - Kasus Virus Corona di Eropa "hampir kembali" ke tingkat yang sama dengan Bulan Maret ketika tingkat infeksi pertama kali memuncak diwilayah itu, sehingga berpotensi memunculkan gelombang kedua, menurut para ilmuwan.

Negara-negara di seluruh benua itu telah melonggarkan penguncian dan melakukan pembukaan kembali restoran, toko ritel, dan kantor dalam upaya untuk memulai kehidupan perekonomian mereka. Tetapi, pelonggaran pembatasan telah menyebabkan lonjakan infeksi yang menempatkan Eropa dalam posisi rentan.

"Virus Corona belum tidur selama musim panas dan itu adalah sesuatu yang kita lihat sekarang," kata Andrea Ammon, direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (ECDC) seperti dikutip CNN.com, Jumat (4/9/2020).

Dia mengatakan bahwa kenaikan tingkat infeksi yang dilaporkan lebih lambat daripada pada bulan Maret, ketika negara-negara seperti Italia dan Spanyol terpukul sangat parah oleh Covid-19.

Akan tetapi, sekarang telah meningkat selama berminggu-minggu. Namun, kematian di Eropa turun dari rata-rata tujuh hari sekitar 4.000 pada awal April menjadi sekitar 300 pada awal September, menurut analisis CNN dari angka-angka dari Universitas Johns Hopkins.

"Kami telah melihat minggu ini bahwa tingkat kematian di negara-negara UE dan EEA [Wilayah Ekonomi Eropa] dan Inggris sekarang adalah 46 per 100.000," kata Ammon.

“Anda mungkin ingat bahwa pada satu titik kami sudah berada di bawah 15. Jadi, sekarang ada peningkatan dan peningkatan ini telah kami lihat selama lebih dari lima minggu. Kami hampir kembali ke angka yang kami lihat di bulan Maret,” katanya.

Pada pertengahan Agustus, ECDC menyatakan bahwa kelompok infeksi baru tampaknya terkait dengan orang muda yang pergi ke bar, restoran, dan tempat umum lainnya.

"Pada bulan Agustus ... kami melihat lebih banyak populasi yang lebih tua terpengaruh dan ini menunjukkan bahwa telah terjadi  peningkatan penularan," tambahnya.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

eropa covid-19
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top