Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Fadli Zon: Harga Tes Swab PCR Mahal Karena Tidak Diatur

Bebasnya Rumah Sakit menentukan harga tes swab Covid-19 lantaran tidak ada aturan mengenai harga tes PCR.
Setyo Aji Harjanto
Setyo Aji Harjanto - Bisnis.com 04 September 2020  |  17:33 WIB
Fadli Zon - Antara
Fadli Zon - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menyoroti mahalnya harga tes swab PCR Covid-19 di Rumah Sakit. Dia menilai mahalnya harga tes polymerase chain reaction (PCR) itu seperti memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan.

Hal tersebut disampaikan Fadli Zon melalui akun twitternya @fadlizon untuk menyikapi pernyataan Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo terkait mahalnya harga tes swab di sejumlah Rumah Sakit.

Fadli yang merupakan Anggota DPR RI fraksi Partai Gerindra ini juga menyatakan bahwa bebasnya Rumah Sakit menentukan harga tes swab lantaran tidak ada aturan mengenai harga tes PCR.

"Kesempatan dalam kesempitan. Keuntungan dari kesusahan. Kenapa RS bisa seenaknya tentukan harga, karena tak ada aturan harga PCR," kata Fadli lewat akun twitter-nya, Jumat (4/9/2020).

Sebelumnya, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengungkapkan ada rumah sakit yang mematok harga tes usap (swab) menggunakan metode PCR di atas Rp 2,5 juta.

Padahal, kata Doni, harga asli tes swab berada di kisaran Rp500 ribu per unit atau per pemeriksaan spesimen.

Dia mengatakan akan mendiskusikan ihwal harga tes swab ini dengan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona Fadli Zon covid-19
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top