Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Lawan Gempuran Donald Trump, China Kembangkan Industri Chip

Beijing sedang mempersiapkan dukungan luas untuk apa yang disebut semikonduktor generasi ketiga untuk lima tahun hingga 2025.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 03 September 2020  |  15:20 WIB
Chipset 5G Kelas Menengah Baru dari MediaTek. - istimewa
Chipset 5G Kelas Menengah Baru dari MediaTek. - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - China merencanakan serangkaian kebijakan pemerintah baru untuk mengembangkan industri semikonduktor domestik dan melawan pembatasan administrasi Donald Trump.

Menurut sumber Bloomberg, upaya tersebut akan sama besarnya dengan pengembangan atom di China.

Beijing sedang mempersiapkan dukungan luas untuk apa yang disebut semikonduktor generasi ketiga untuk lima tahun hingga 2025.

Serangkaian tindakan untuk mendukung penelitian, pendidikan, dan pembiayaan untuk industri telah ditambahkan ke draf rencana lima tahun ke-14 negara tersebut, yang akan disajikan kepada para pemimpin utama negara itu pada Oktober mendatang.

Para pemimpin teratas China akan berkumpul bulan depan untuk menjabarkan strategi ekonomi mereka selama setengah dekade ke depan, termasuk upaya untuk meningkatkan konsumsi domestik dan membuat teknologi penting di dalam negeri.

Presiden Xi Jinping telah menjanjikan sekitar US$1,4 triliun hingga 2025 untuk pengembangan teknologi mulai dari jaringan nirkabel hingga kecerdasan buatan.

Semikonduktor sangat penting bagi hampir setiap komponen ambisi teknologi China dan pemerintahan Trump yang semakin agresif mengancam akan memutus pasokan.

"Pimpinan China menyadari bahwa semikonduktor mendukung semua teknologi canggih, dan tidak dapat lagi bergantung pada pasokan Amerika Serikat. Dalam menghadapi pembatasan AS yang lebih ketat pada akses chip, tanggapan China hanya dapat terus mendorong industrinya sendiri untuk berkembang," kata Dan Wang, analis teknologi di perusahaan riset Gavekal Dragonomics, dilansir Bloomberg, Kamis (3/9/2020).

Saham beberapa pembuat chip utama China menguat dalam perdagangan sore di Hong Kong. Hua Hong Semiconductor Ltd. naik 5,2 persen dan Shanghai Fudan Microelectronics Group Co melonjak 6,7 persen. Di bursa China daratan, Xiamen Changelight Co naik batas 20 persen sementara Focus Lightings Tech Co melonjak sebanyak 13 persen.

Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi, yang bertanggung jawab untuk menyusun tujuan terkait teknologi, tidak membalas permintaan komentar.

China mengimpor sirkuit terintegrasi senilai lebih dari US$300 miliar setiap tahun dan pengembang semikonduktornya mengandalkan alat dan paten desain chip buatan AS, serta teknologi manufaktur penting dari sekutu Negeri Paman Sam.

Namun hubungan yang memburuk antara Beijing dan Washington telah membuat semakin sulit bagi perusahaan China untuk mendapatkan komponen dan teknologi pembuatan chip dari luar negeri.

Pemerintah AS telah memasukkan lusinan perusahaan teknologi China ke dalam daftar hitam sehingga mereka tidak dapat membeli suku cadang AS. Trump juga menerapkan larangan pada TikTok milik ByteDance Ltd. dan WeChat Tencent Holdings Ltd.

Dalam kasus raksasa teknologi Huawei Technologies Co., administrasi Trump memberikan sanksi kepada perusahaan dan menekan sekutu untuk melarang peralatan perusahaan dari jaringan telekomunikasi.

Bulan ini, Huawei bahkan akan kehilangan akses ke chip dari perusahaan seperti Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. berdasarkan peraturan baru AS yang melarang pemasok di mana pun di dunia untuk bekerja sama dengan perusahaan jika pemasok tersebut menggunakan peralatan AS. Aturan yang lebih ketat telah meningkatkan urgensi membangun alternatif domestik di Beijing.

Semikonduktor generasi ketiga sebagian besar adalah chipset yang terbuat dari bahan seperti silikon karbida dan galium nitrida. Alat itu dapat beroperasi pada frekuensi tinggi dan dalam lingkungan daya dan suhu yang lebih tinggi, dan banyak digunakan dalam chip frekuensi radio generasi kelima atau 5G, radar kelas militer dan kendaraan listrik.

Karena tidak ada satu negara pun yang sekarang mendominasi teknologi generasi ketiga yang masih muda, pertaruhan China adalah bahwa perusahaannya dapat bersaing jika mereka mempercepat penelitian di lapangan.

Para pemimpin global seperti CREE Inc. yang berbasis di AS dan Sumitomo Electric Industries Ltd. di Jepang baru saja mulai mengembangkan bisnis ini, sementara raksasa teknologi China seperti Sanan Optoelectronics Co. Ltd. dan perusahaan milik negara China Electronics Technology Group Corp. telah membuat terobosan pada chipset generasi ketiga.

Pembuat chip negara lainnya, yang meliputi Semiconductor Manufacturing International Corp., Will Semiconductor Ltd. dan National Silicon Industry Group Co., dapat memperoleh manfaat yang lebih luas dari dukungan negara.

"Ini adalah sektor yang akan mengalami pertumbuhan eksplosif," kata Alan Zhou, mitra pengelola dana investasi chip yang berbasis di Fujian, An Xin Capital Co Ltd.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china chip semikonduktor teknologi 5G Donald Trump

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top