Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PKS Sayangkan Artis dan Influencer Promosi Omnibus Law RUU Cipta Kerja

penggunaan artis dan influencer untuk mempromosikan satu produk memang memang wajar dilakukan sebagai model marketing.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 26 Agustus 2020  |  15:33 WIB
Partai Keadilan Sejahtera (PKS)/ANTARA FOTO - Jessica Helena Wuysang
Partai Keadilan Sejahtera (PKS)/ANTARA FOTO - Jessica Helena Wuysang

Bisnis.com, JAKARTA - Wakil Ketua Fraksi PKS di DPR Sukamta menyayangkan adanya sejumlah artis dan influencer yang dikontrak untuk mempromosikan omnibus law RUU Cipta Kerja melalui video bertagar #IndonesiaButuhuhKerja pada akun Instagram mereka.

Menurutnya, penggunaan artis dan influencer untuk mempromosikan satu produk memang memang wajar dilakukan sebagai model marketing.

Dia mencontohkan penggunaan influencer untuk promosi wisata atau dalam rangka penanganan Covid-19 guna menyosialisasikan disiplin protokol kesehatan.

“Tetapi jika hal ini digunakan sebagai sarana politik untuk menggiring opini publik terhadap persoalan pemerintahan yang sedang diperdebatkan, jelas ini tidak etis. Saya harap pemerintah jangan asal gunakan influencer," kata politisi PKS itu dalam keterangan tertulis, Rabu (26/8/2020).

Lebih lanjut Anggota DPR asal daerah pemilihan Yogyakarta itu memberikan apresiasi positif kepada sejumlah artis yang telah melakukan klarifikasi, menyampaikan permohonan maaf dan juga mengembalikan uang yang mereka dapat terkait postingan #indonesiabutuhkerja.

"Mendengar mereka mengatakan tidak tahu menahu jika unggahan dengan biaya 10 juta rupiah per postingan ternyata bernuansa politik, menunjukkan kegiatan ini tidak transparan. Padahal, mereka menggunakan anggaran yang besar.

“Ini yang kita khawatirkan sejak awal ada penyalahgunaan anggaran miliaran yang mengalir ke perusahan buzzer bayaran atau sering disebut sebagai buzzer yang kadang membuat keonaran di media sosial untuk tujuan politik," ujarnya.

Sukamta berharap dalam kondisi pandemi Covid-19 seperti saat ini, pemerintah lebih selektif dalam penggunaan anggaran untuk influencer.

"Fokus kita saat ini mengatasi pandemi, para artis dan influencer bisa diajak pemerintah untuk memperkuat kampanye disiplin protokol kesehatan. Saya kira ini akan lebih bermanfaat," katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pks omnibus law cipta kerja
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top