Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Inggris Karantina Turis yang Pulang dari Prancis

Kebijakan ini ditempuh Inggris guna menjaga angka kasus harian, menyusul fenomena lonjakan kasus yang sedang terjadi di Prancis.
Herdanang Ahmad Fauzan
Herdanang Ahmad Fauzan - Bisnis.com 14 Agustus 2020  |  18:27 WIB
Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson ketika memberikan keterangan di luar kantornya di 10 Downing Street di London, Inggris, Senin (27/4/2020). - Bloomberg/Simon Dawson
Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson ketika memberikan keterangan di luar kantornya di 10 Downing Street di London, Inggris, Senin (27/4/2020). - Bloomberg/Simon Dawson

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Inggris resmi memberlakukan aturan wajib karantina 2 pekan bagi warga negaranya yang pulang dari kunjungan ke Prancis, Jumat (14/8/2020).

Kebijakan ini ditempuh Perdana Menteri Boris Johnson menyusul fenomena lonjakan kasus yang tengah terjadi di negara pimpinan Emanuel Macron tersebut.

Menurut laporan Bloomberg, akibat kebijakan ini per Jumat siang ratusan turis tertahan di beberapa bandara Inggris untuk mengantre pemberkasan.

Prancis bukan satu-satunya. Sebelumnya, Inggris juga telah memberlakukan aturan serupa bagi turis yang baru pulang berlibur dari Malta, Monako, Kepulauan Turks and Caicos, serta Kepulauan Aruba.

"Prioritas terbesar kami adalah mempertahankan keberhasilan kami menurunkan angka kasus harian di dalam negeri, dan tidak kembali tertular karena orang-orang yang pulang [dari luar negeri]. Ini murni karena faktor kesehatan dan kami tak bisa menolerir," ujar Sekretaris Transportasi Inggris Grant Shapps, seperti diwartakan Bloomberg Jumat (14/8).

Bersamaan dengan langkah tersebut, Inggris kembali membuka sejumlah sektor ekonomi yang sebelumnya dibatasi. Namun, sanksi denda bagi pelanggar pembatasan sosial dinaikkan hingga maksimal 3.200 poundsterling.

Per Jumat (14/8) Inggris telah mencatatkan kasus kumulatif Covid-19 sebanyak 267.000 lebih, dengan 41.940 di antaranya dinyatakan meninggal. Sementara Prancis, negara yang terpengaruh aturan baru mereka, punya 209.000 lebih kasus positif dengan korban meninggal 30.388 jiwa.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

prancis inggris Boris Johnson

Sumber : Bloomberg

Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top