Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Hadapi Ancaman Trump, TikTok Rekrut Pelobi di Washington

TikTok mencari pelobi yang terlibat dengan urusan berkaitan dengan pemerintah, sebelum larangan Presiden AS Donald Trump berlaku mulai September.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 12 Agustus 2020  |  12:19 WIB
Logo TikTok/Bloomberg - Lam Yik
Logo TikTok/Bloomberg - Lam Yik

Bisnis.com, JAKARTA - TikTok ingin memperkuat kantornya di Washington dengan merekrut pelobi andal, bersamaan dengan upaya menjual operasinya di Amerika Serikat sebelum larangan Donald Trump terhadap perusahaan tersebut berlaku bulan depan.

TikTok mengiklankan beberapa posisi berlabel "urusan pemerintah" pada 3 Agustus lalu, tepat ketika pemerintahan Trump sedang mempertimbangkan apakah akan melarang aplikasi atau memaksa pemilik TikTok China, ByteDance Ltd., untuk menjual layanannya di AS.

Perusahaan ini mencari pelobi yang dapat menjajakan pengaruh Washington, seperti membangun hubungan dengan tokoh politik, melacak undang-undang, mengadvokasi posisi yang melindungi komunitas pengguna TikTok, terlibat dengan pembuat kebijakan, dan mengidentifikasi masalah yang dapat memengaruhi perusahaan.

"TikTok tidak akan kemana-mana. Kami berkomitmen untuk kesuksesan jangka panjang dari karyawan kami yang berdedikasi yang bekerja masing-masing," kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan, dilansir Bloomberg, Rabu (12/8/2020).

Perusahaan mencatat bahwa jumlah karyawan di AS telah berlipat ganda sejak awal 2020.

Sebelumnya, TikTok telah menghadapi pukulan keras dari Trump. Pertama, Trump mengancam akan menutup TikTok jika pemiliknya tidak menjual bisnisnya ke perusahaan AS hingga 15 September. Kemudian pada 6 Agustus, dia menandatangani perintah eksekutif yang melarang penduduk AS berbisnis dengan perusahaan milik China dan akan efektif dalam 45 hari.

Sementara itu, Microsoft Corp. telah melakukan pembicaraan tentang kemungkinan pembelian operasi TikTok di AS, Australia, Kanada, dan Selandia Baru.

TikTok yang memiliki lebih dari 100 juta pengguna AS sudah meningkatkan kekuatan lobi di Washington sebelum Trump mulai mengancam untuk melarangnya. ByteDance yang berbasis di Beijing mengatakan menghabiskan US$500.000 untuk lobi federal pada kuartal kedua 2020, memecahkan rekor sebelumnya sebesar US$300.000 dalam tiga bulan pertama.

Lobi TikTok di Washington dimulai tahun lalu dengan upaya untuk menengahi pertemuan antara eksekutif perusahaan dan senator terkenal.

Dalam beberapa bulan terakhir, perusahaan tersebut juga mempekerjakan Michael Hacker, mantan ajudan House Majority Whip Jim Clyburn; Albert Calamug, mantan penghubung legislatif untuk Korps Marinir; dan Michael Bloom, mantan pelobi Asosiasi Internet.

Perusahaan media sosial sedang mencari pelobi dengan koneksi dan pengalaman bekerja dengan Kongres, administrasi dan agensi. TikTok juga mempekerjakan direktur urusan pemerintah negara bagian untuk menjadi kontak bagi pejabat terpilih.

Posisi lain yang tersedia di TikTok termasuk koordinator komunikasi, direktur kebijakan publik dan direktur kebijakan tanggung jawab perantara, yang akan menyusun posisi tentang kewajiban hukum platform media sosial.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Donald Trump TikTok
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top